Ancaman Baru Iran di Teluk Persia, Jalur Minyak Terancam
Iran ancam pasang ranjau laut di Teluk Persia jika diserang AS dan Israel, berpotensi menutup jalur minyak dunia dan memicu lonjakan harga global.
Pemerintah Iran pada Senin menyampaikan peringatan keras terkait kemungkinan penempatan ranjau laut di kawasan Teluk Persia jika terjadi serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini disebut dapat mengganggu bahkan menutup jalur pelayaran penting di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan melalui Dewan Pertahanan Nasional Iran yang menegaskan bahwa setiap serangan terhadap wilayah pesisir atau pulau-pulau Iran akan dibalas dengan tindakan militer di perairan strategis tersebut.
Baca Juga: Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS di Tengah
Rencana Penempatan Ranjau Laut di Teluk Persia
Dalam keterangannya, Iran menyebut akan menempatkan berbagai jenis ranjau laut di jalur akses utama dan jalur komunikasi di seluruh Teluk Persia. Ranjau yang dimaksud termasuk jenis terapung yang dapat diluncurkan langsung dari garis pantai.
Langkah ini dinilai berpotensi menciptakan situasi yang serupa dengan penutupan Selat Hormuz dalam jangka waktu panjang. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu rute pelayaran energi paling vital di dunia.
Iran juga menegaskan bahwa dampak dari tindakan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang memulai serangan. Selain itu, negara-negara yang tidak terlibat konflik disebut hanya dapat melintasi kawasan itu dengan aman jika berkoordinasi dengan Iran.
Dampak pada Jalur Energi dan Eskalasi Konflik
Selat Hormuz sendiri telah mengalami gangguan sejak awal Maret. Jalur ini biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada biaya pengiriman dan harga minyak global.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 1.001 Orang
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan pesawat nirawak dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah negara lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap aktivitas ekonomi global dan penerbangan.
Penutupan jalur pelayaran di Teluk Persia berpotensi memperburuk situasi, terutama karena kawasan ini merupakan pusat distribusi energi dunia. Gangguan berkepanjangan dapat memicu lonjakan harga minyak dan memperluas dampak ekonomi ke berbagai negara.
Berita Rekomendasi: Trump: AS Klaim Bisa Buka Selat Hormuz Tanpa Bantuan
Ancaman Iran untuk menutup akses maritim di Teluk Persia menandai meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi ini berisiko memperdalam krisis energi global dan memicu dampak lanjutan pada perdagangan internasional jika tidak segera mereda.
0 Komentar