Dedi Mulyadi Gaskeun PSEL, Sampah Jabar Jadi Listrik
PSEL Jawa Barat resmi disepakati. Dedi Mulyadi dorong sampah jadi listrik, ini dampak dan update terbarunya.
Masalah sampah yang bertahun-tahun mandek kini mulai bergerak ke arah solusi nyata. Bukan sekadar janji, Jawa Barat resmi masuk fase baru sampah diolah jadi listrik.
Langkah ini bukan tiba-tiba. Kesepakatan besar baru saja diteken oleh Dedi Mulyadi bersama para kepala daerah, sebagai tindak lanjut arahan Prabowo Subianto untuk menuntaskan krisis sampah yang sudah kronis.
PSEL Resmi Disepakati di Dua Titik
Kesepakatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) resmi diteken, dengan dua lokasi utama:
- TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat
- Kelurahan Kayumanis, Kota Bogor
PSEL Sarimukti akan menampung sampah dari wilayah besar seperti Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cianjur, hingga Purwakarta. Sementara PSEL Kayumanis difokuskan untuk Kota Bogor dan Depok.
Dengan skema ini, pengolahan sampah tak lagi terfragmentasi, tapi terpusat dan berbasis teknologi.
Kenapa Baru Sekarang? Ini Latar Belakangnya
Masalah sampah di Jawa Barat bukan isu baru. Sudah puluhan tahun jadi beban, bahkan menghabiskan anggaran besar tanpa solusi permanen.
Menurut Dedi Mulyadi, berbagai pendekatan sudah dicoba, termasuk studi banding ke negara maju seperti Jepang, China, dan Jerman. Namun implementasinya selalu tersendat.
Perubahan mulai terasa setelah pemerintah pusat mengeluarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025, yang mendorong kota dengan produksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari untuk menggunakan teknologi waste to energy.
Artinya, pendekatan lama ditinggalkan diganti dengan sistem berbasis teknologi yang lebih terukur.
Dari Beban Jadi Sumber Energi
Kalau proyek ini berjalan sesuai rencana, dampaknya bukan cuma soal kebersihan.
Beberapa efek langsung yang bisa dirasakan:
- Volume sampah berkurang drastis di TPA
- Produksi listrik alternatif dari limbah
- Pengurangan polusi dan bau di kawasan padat
- Efisiensi anggaran pengelolaan sampah
Lebih jauh, ini bisa jadi model nasional. Jika berhasil di Jabar, daerah lain kemungkinan akan mengikuti pola yang sama.
Pemerintah Diminta Gerak Cepat
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi respon cepat Pemprov Jawa Barat dan pemerintah daerah.
Namun, setelah penandatanganan ini, pekerjaan belum selesai. Justru tahap krusial dimulai:
- Melengkapi dokumen teknis
- Memasuki tahap perencanaan lanjutan
- Koordinasi lintas daerah
Pengelolaan nantinya akan melibatkan pihak seperti Danantara, sementara pemerintah daerah fokus pada eksekusi di lapangan.
Apa Artinya Buat Warga? Ini yang Perlu Diketahui
Buat masyarakat, perubahan ini bisa terasa dalam beberapa hal:
- Sistem pengelolaan sampah akan berubah
- Potensi penyesuaian pola buang sampah
- Lingkungan lebih bersih dalam jangka panjang
Yang paling penting, ini bukan solusi instan. Prosesnya bertahap, tapi arahnya sudah jelas: sampah tidak lagi sekadar dibuang, tapi dimanfaatkan.
Kesepakatan PSEL di Jawa Barat jadi sinyal kuat bahwa masalah sampah mulai ditangani dengan pendekatan serius dan modern.
Baca juga: Sampah Jadi Energi Listrik, Rencana KDM di Jabar Bikin Penasaran
Dari beban jadi potensi itu narasi baru yang sedang dibangun. Tinggal satu hal yang ditunggu: realisasi di lapangan benar-benar jalan atau kembali mandek seperti sebelumnya.
0 Komentar