Dua Anak Meninggal Akibat Longsor di Pangalengan, BPBD Tetapkan Status Waspada
Dua anak meninggal dunia akibat longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung. BPBD imbau warga mengungsi sementara karena tanah masih labil.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaporkan peristiwa tanah longsor yang menewaskan dua anak di Kampung Mekarsari, Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, pada Minggu siang. Kejadian ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan memicu pergerakan tanah di kawasan permukiman warga.
Peristiwa longsor di pangalengan dilaporkan berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB. Material tanah dengan ketinggian dan volume besar meluncur dari lereng dan langsung menghantam bangunan warga yang berada di bawahnya. Akibat kejadian tersebut, dua anak dinyatakan meninggal dunia, sementara sejumlah rumah mengalami kerusakan berat.
Baca Juga: Pencarian Longsor Cisarua Hari Ke-8, Tiga Korban
Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah
BPBD Kabupaten Bandung menjelaskan bahwa sebelum kejadian, hujan deras turun cukup lama di wilayah Pangalengan. Kondisi tersebut menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan akhirnya bergerak. Longsoran tercatat memiliki tinggi sekitar 15 meter dengan panjang kurang lebih enam meter, sehingga daya rusaknya cukup besar saat mencapai permukiman.
Material longsor menghantam rumah milik seorang warga bernama Ato yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Bangunan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah bagian dinding dan struktur utama jebol tertimpa tanah. Selain itu, satu unit rumah kontrakan milik warga bernama Dasep yang dihuni satu orang juga terdampak akibat kejadian tersebut.
Dua korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam ini adalah Aldi Alfarik berusia tiga bulan dan Rere Revania berusia lima tahun. Salah satu korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Evakuasi dan Imbauan Kewaspadaan Warga
Pasca-kejadian, BPBD Kabupaten Bandung bersama aparat desa dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat langsung melakukan asesmen ke lokasi bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan, mendata dampak kerusakan, serta mengidentifikasi potensi ancaman lanjutan di sekitar lokasi longsor.
Baca Juga: Sepekan Banjir di Subang, Ribuan Rumah Warga
BPBD mengingatkan bahwa kondisi tanah di wilayah tersebut masih tergolong labil. Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar titik longsor diminta untuk sementara waktu mengosongkan bangunan mereka demi menghindari risiko jika terjadi longsor susulan. Imbauan ini terutama ditujukan kepada masyarakat yang bermukim di lereng atau dekat alur longsoran.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Curah hujan yang tinggi dinilai masih berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan di kawasan tersebut, mengingat struktur tanah belum sepenuhnya stabil.
Sebagai bagian dari penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi alat kebersihan dan peralatan kerja seperti pacul dan sekop untuk membantu pembersihan material longsor. Selain itu, kebutuhan dasar berupa selimut, matras, serta makanan siap saji juga disalurkan guna mendukung kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Berita Rekomendasi: JaBar Dinilai Layak Jadi Contoh Pengendalian Sisa Pangan
BPBD menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah lanjutan, termasuk penanganan risiko bencana susulan. Warga diimbau tetap mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama kondisi cuaca belum stabil.
0 Komentar