Pemerintah Iran menyatakan perang dengan Amerika Serikat dan Israel akan berakhir apabila serangan terhadap wilayahnya dihentikan. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, di tengah meningkatnya eskalasi konflik dalam beberapa hari terakhir.

Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak memulai perang dan sejak awal memilih jalur diplomasi. Namun, situasi berubah setelah serangan besar-besaran dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Baca Juga: Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz, Empat Awak

Fakta Utama: Serangan dan Korban Jiwa

Berbicara di sebuah sekolah dasar di Teheran yang menjadi lokasi terdampak serangan, Baghaei menyebut konflik yang kini berlangsung bukanlah inisiatif Iran. Menurutnya, pemerintah sebelumnya tetap membuka ruang dialog, termasuk dalam isu nuklir.

Serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terjadi pada Sabtu, 28 Februari. Berdasarkan data yang disampaikan otoritas Iran, hampir 800 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Korban disebut mencakup tokoh penting negara, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran serta sejumlah pejabat tinggi militer.

Serangan itu terjadi tidak lama setelah berlangsungnya putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Oman. Momentum tersebut dinilai menjadi latar belakang penting dalam perkembangan situasi saat ini.

Baghaei juga mengungkapkan bahwa di dalam negeri terdapat kelompok yang sejak awal menentang perundingan dengan Amerika Serikat. Sikap tersebut muncul karena pengalaman sebelumnya, ketika Iran tetap menjadi sasaran serangan meski jalur diplomasi ditempuh.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam USS Abraham Lincoln, Ketegangan

Dalam pernyataannya, pemerintah Iran menegaskan akan mempertahankan wilayahnya dengan seluruh kemampuan yang dimiliki. Fokus utama saat ini disebut tertuju pada upaya pertahanan nasional di tengah serangan yang masih berlangsung.

Dampak dan Seruan ke Komunitas Internasional

Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran meluasnya perang ke kawasan lain. Iran menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta komunitas internasional segera mengambil langkah sebelum situasi berkembang lebih jauh.

Menurut Baghaei, selama satu setengah tahun terakhir Iran menerima berbagai pesan yang dianggap bertentangan dan membingungkan. Dalam situasi saat ini, pemerintah menilai prioritas utama adalah membela negara dan mengesampingkan hal-hal yang dinilai mengganggu konsentrasi pertahanan.

Iran juga kembali menyoroti sikap komunitas internasional yang dinilai tidak tegas terhadap berbagai pelanggaran hukum internasional. Dalam pernyataannya, dunia disebut menyaksikan berbagai tindakan agresi tanpa respons yang memadai.

Perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah. Selain dampak kemanusiaan akibat korban jiwa yang besar, konflik ini juga berisiko memperburuk ketegangan geopolitik yang telah berlangsung lama.

Bagi masyarakat internasional, perkembangan ini penting karena dapat berdampak pada keamanan regional dan hubungan diplomatik global. Jalur diplomasi yang sebelumnya diupayakan kini berada dalam posisi yang semakin sulit.

Berita Olahraga: Prediksi Persib vs Persik Kediri 9 Maret 2026: Maung Bandung

Situasi di Teheran dan wilayah lain yang terdampak masih terus dipantau. Perkembangan lanjutan dari konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel diperkirakan akan sangat menentukan arah stabilitas kawasan dalam waktu dekat.