MBG Butuh Pengawasan Ketat, Zulhas Libatkan Pengusaha
Zulhas minta GAPEMBI kawal program MBG. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk jaga kualitas dan pengawasan makan bergizi gratis di daerah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata gak cuma soal bagi-bagi makanan. Ada satu hal yang lagi jadi sorotan serius: pengawasan di lapangan. Soalnya kalau ini longgar, efeknya bisa langsung kena ke masyarakat.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat hadir di pelantikan pengurus DPW GAPEMBI Jawa Timur di Malang, Kamis (9/4/2026). Di momen itu, dia ngegas soal pentingnya kerja bareng biar kualitas MBG tetap aman dan sesuai standar.
Zulhas Dorong GAPEMBI Kawal MBG
Di acara itu, Zulhas terang-terangan minta GAPEMBI (Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia) gak cuma jadi penonton. Mereka diminta ikut turun langsung buat ngawasin jalannya program MBG.
Bahkan, GAPEMBI didorong jadi partner Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya buat bantu urus dan ngawasin dapur MBG alias SPPG di berbagai daerah.
Logikanya simpel: makin banyak yang terlibat, makin gampang koordinasi, dan pengawasan juga jadi gak bolong.
Kenapa MBG Gak Bisa Jalan Sendiri?
MBG ini bukan program “coba-coba”. Ini proyek besar yang nyangkut masa depan generasi muda dari kesehatan sampai kecerdasan.
Masalahnya, di lapangan gak selalu mulus. Mulai dari urusan kebersihan, status halal, sampai SOP sering jadi titik rawan.
Kalau pengawasan lemah, risiko kayak dapur bermasalah atau pelanggaran aturan bisa terus kejadian. Nah, ini yang mau dicegah dari awal.
Makanya, pemerintah mulai ngajak lebih banyak pihak kayak GAPEMBI biar kontrolnya makin rapat.
Efeknya Buat Masyarakat dan Pelaku Usaha
Kalau kolaborasi ini jalan, yang paling diuntungkan jelas masyarakat—terutama anak-anak penerima MBG. Mereka bisa dapat makanan yang lebih aman dan berkualitas.
Di sisi lain, pelaku usaha yang tergabung di GAPEMBI juga gak cuma cari peluang, tapi juga harus siap pegang tanggung jawab lebih besar.
Ketua GAPEMBI Jawa Timur, Makhrus Sholeh, bahkan udah bilang siap all out. Targetnya jelas: gak ada lagi dapur MBG yang bermasalah.
Mulai dari sertifikasi halal sampai standar kebersihan, semuanya harus beres. Tujuannya? Biar konsumen aman dan mitra juga tetap jalan.
Update Terbaru: Siap Ekspansi Sampai Daerah
GAPEMBI gak berhenti di level provinsi. Mereka bakal bentuk kepengurusan sampai ke kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Tujuannya biar pengawasan lebih dekat ke lapangan dan respons kalau ada masalah bisa lebih cepat.
Koordinasi sama BGN juga bakal diperkuat, supaya aturan gak cuma bagus di atas kertas, tapi beneran jalan di lapangan.
Kualitas MBG Bergatung Pada Pengawasan
Satu hal penting: kualitas MBG itu sangat bergantung sama pengawasan.
Semakin banyak pihak yang ikut jagain, makin kecil peluang ada penyimpangan.
Jadi ini bukan cuma soal “dapat makan gratis”, tapi soal memastikan generasi ke depan tumbuh dengan kualitas yang lebih baik.
Baca juga:
- Update Harga Pangan 10 April 2026 : Cabai Rawit
- Heboh Gaji Menteri Dipotong 25%, Airlangga: Belum
- Ajakan Ketahanan Pangan Zulhas ke Pemuda, Situasi Global Makin
Intinya, MBG sekarang lagi naik level. Bukan cuma distribusi, tapi juga pengawasan yang makin diperketat. Kalau kolaborasi ini konsisten, dampaknya bisa panjang—bukan cuma hari ini, tapi buat masa depan Indonesia.
0 Komentar