Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyampaikan sikap politik partainya terkait arah dukungan pada Pemilihan Presiden 2029. Di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/2), Eddy menegaskan PAN telah memutuskan untuk kembali berada di barisan pendukung Prabowo Subianto.
Meski demikian, konfigurasi pasangan calon presiden dan wakil presiden disebut masih terbuka, seiring berkembangnya berbagai wacana politik nasional, termasuk isu Prabowo-Gibran dua periode.

“Kita tentu lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena paket itu harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada dukungan elektoralnya tinggi, dan pertimbangannya banyak,” kata Eddy.

Baca Juga: Megawati Jalani Misi Diplomasi Kemanusiaan Selama Sepekan

Konsistensi Dukungan PAN terhadap Prabowo

Dalam penjelasannya, Eddy menekankan bahwa dukungan PAN kepada Prabowo bukanlah keputusan baru yang muncul secara tiba-tiba. Partai berlambang matahari terbit itu, menurutnya, telah beberapa kali mengambil posisi yang sama dalam kontestasi pemilihan presiden sebelumnya.
Ia menyebut rekam jejak tersebut sebagai landasan politik yang kuat bagi PAN untuk kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029. Sikap ini diambil terlepas dari dinamika dan konfigurasi kekuatan politik yang masih bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita sudah mendukung Pak Prabowo tiga kali, keempat kalinya itu sudah jadi jawaban kita,” ujarnya.

Eddy menambahkan, konsistensi tersebut mencerminkan arah kebijakan partai yang ingin menjaga kesinambungan sikap politik, sekaligus memastikan peran PAN tetap relevan dalam peta koalisi nasional mendatang.

Peluang Kader Internal sebagai Cawapres

Selain menegaskan dukungan kepada Prabowo, Eddy juga membuka ruang bagi PAN untuk mengusung kader internal sebagai calon wakil presiden. Ia secara terbuka menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai figur yang dinilai layak untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.
Menurut Eddy, kondisi politik saat ini memberi kesempatan lebih luas bagi partai untuk mengajukan kadernya sendiri, seiring dengan tidak adanya presidential threshold.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Dorong Aksi Bersih Nasional untuk Indonesia

“Bagi saya, saya adalah partai politik, dan apalagi sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold. Tentu saya mau dukung Pak Zulhas,” ucap Eddy.

Pernyataan ini menunjukkan arah strategi PAN yang tidak hanya berfokus pada dukungan koalisi, tetapi juga pada penguatan posisi kader internal di tingkat nasional.

Dampak bagi Konsolidasi dan Mesin Partai

Eddy menilai, pencalonan Zulhas sebagai pendamping Prabowo berpotensi membawa dampak signifikan bagi konsolidasi internal PAN. Ia menyebut langkah tersebut dapat mendorong pergerakan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput.
Menurutnya, figur ketua umum yang maju sebagai calon wakil presiden bisa menjadi pemicu semangat bagi kader dan simpatisan untuk lebih aktif dalam kerja-kerja politik partai.

“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu. Bagi saya, itu juga akan menghidupkan mesin partai. Kader-kader juga akan tergerak untuk mendukung ketua umumnya,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Prabowo Subianto maupun Zulkifli Hasan terkait wacana pasangan tersebut.

Berita Rekomendasi: KPK Dalami Dugaan Pemerasan Perangkat Desa Oleh Sudewo

PAN menegaskan kembali dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk Pilpres 2029, sembari membuka peluang bagi kader internal untuk mengisi posisi calon wakil presiden. Wacana Prabowo–Zulhas dipandang sebagai bagian dari strategi konsolidasi partai dan penguatan mesin politik PAN. Konfigurasi akhir pasangan calon masih menunggu perkembangan politik selanjutnya dan potensi pembaruan sikap dari pihak-pihak terkait.