Survei Awal 2026 Jadi Cermin Evaluasi Kinerja Presiden Prabowo
Hasil survei awal 2026 soal kinerja Presiden Prabowo dinilai DPR sebagai bahan evaluasi penting, meski tingkat kepuasan publik mencapai hampir 80 persen.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan evaluasi penting bagi pemerintah. Meski tingkat kepuasan masyarakat tergolong tinggi, Dasco menegaskan bahwa temuan adanya sebagian kecil publik yang belum puas tetap memiliki arti strategis. Pernyataan itu disampaikan di kompleks parlemen, Jakarta, pada Senin.
Menurut Dasco, survei tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Namun, angka ketidakpuasan yang berada di kisaran dua persen tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia menyebut persentase tersebut cukup signifikan untuk menjadi masukan serius dalam proses introspeksi pemerintahan ke depan.
Baca Juga: Prabowo Pimpin Rapim Evaluasi TNI–Polri Awal Tahun di Istana
Hasil survei ini, kata Dasco, tidak hanya berhenti pada angka kepuasan dan ketidakpuasan semata. Pemerintah juga akan mencermati berbagai catatan yang menyertai temuan survei tersebut. Catatan-catatan itu dinilai penting untuk melihat area kebijakan yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
Survei Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden
Survei yang dimaksud dilakukan oleh lembaga riset Indikator Politik Indonesia pada awal tahun 2026. Riset ini melibatkan 1.220 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Pengambilan data dilakukan dalam rentang waktu 15 hingga 21 Januari 2026.
Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 79,9 persen. Angka ini mencerminkan penilaian positif dari mayoritas responden terhadap jalannya pemerintahan pada periode awal 2026. Rinciannya, sebanyak 13 persen responden menyatakan sangat puas, sementara 66,9 persen lainnya menyatakan puas.
Baca Juga: BEI Siapkan Pertemuan Teknis dengan MSCI pada 11 Februari
Di sisi lain, survei juga mencatat adanya responden yang memberikan penilaian kurang positif. Sebanyak 17,1 persen responden menyebut kurang puas terhadap kinerja Presiden. Selain itu, 2,2 persen responden menyatakan tidak puas sama sekali, dan sisanya 0,8 persen memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Catatan Ekonomi dan Pemerataan Jadi Perhatian
Menanggapi hasil tersebut, Dasco menyampaikan bahwa pemerintah akan memberi perhatian khusus pada catatan-catatan yang muncul dari survei, terutama yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi dan pemerataan bantuan. Ia menekankan bahwa justru masukan-masukan inilah yang menjadi fokus utama dalam proses evaluasi.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya melihat survei sebagai alat ukur popularitas, tetapi juga sebagai instrumen untuk membaca kebutuhan dan harapan masyarakat. Oleh karena itu, setiap catatan yang muncul akan dipertimbangkan sebagai bahan perbaikan kebijakan ke depan.
Berita Rekomendasi: MBA7.com Hentikan Penarikan Dana, Member Ungkap Kondisi
Dasco menambahkan, Presiden Prabowo juga menjadikan hasil survei tersebut sebagai cermin untuk melakukan introspeksi. Evaluasi ini diharapkan dapat mendorong perbaikan kinerja pemerintah agar lebih merata dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, hasil survei semacam ini dinilai penting untuk terus dipantau sebagai bagian dari mekanisme umpan balik antara pemerintah dan publik. Pemerintah membuka ruang untuk menjadikan temuan-temuan tersebut sebagai dasar penyempurnaan kebijakan di berbagai sektor.
0 Komentar