Open House Idulfitri 2026, KDM Buka Akses untuk Warga
Open house Idulfitri 2026 Gubernur Jawa Barat digelar di Gedung Pakuan usai Salat Id di Gedung Sate, terbuka untuk masyarakat tanpa pembatasan.
Dedi Mulyadi akan menggelar open house bagi masyarakat umum pada perayaan Idulfitri 2026, Sabtu (21/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan setelah gubernur mengikuti Salat Id yang dipusatkan di halaman Gedung Sate. Agenda tersebut menjadi momen silaturahmi terbuka antara pemerintah daerah dan warga.
Pelaksanaan Salat Id tahun ini mengalami perubahan lokasi. Jika sebelumnya digelar di Lapangan Gasibu, kini kegiatan ibadah dipindahkan ke halaman Gedung Sate. Setelah rangkaian ibadah selesai, masyarakat dipersilakan hadir dalam open house yang rencananya berlangsung di Gedung Pakuan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ubah Mobil Dinas Lama Jadi Klinik Keliling
Konsep Open House Idulfitri 2026 di Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan konsep open house yang terbuka tanpa pembatasan khusus bagi masyarakat. Warga diberi kesempatan untuk datang langsung dan bersilaturahmi dengan gubernur dalam suasana hari raya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara pemimpin daerah dan masyarakat. Tradisi ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial dalam momentum Idulfitri.
Tidak hanya warga sekitar lokasi acara, peserta yang hadir biasanya datang dari berbagai wilayah di Bandung Raya. Pemerintah daerah juga menyiapkan jamuan bagi para tamu yang datang, sehingga suasana kebersamaan dapat dirasakan secara luas.
Baca Juga: Ledakan Diduga Petasan di Semarang, Bocah 9 Tahun
Dampak dan Pengaturan Kehadiran Pejabat
Berbeda dari kegiatan seremonial resmi, open house ini tidak mewajibkan kehadiran pejabat atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pemerintah memberikan fleksibilitas bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jawa Barat untuk menentukan pilihan masing-masing.
Para pejabat dipersilakan untuk memanfaatkan momen Idulfitri dengan kembali ke daerah asal dan berkumpul bersama keluarga. Kebijakan ini dimaksudkan agar suasana hari raya tetap terasa sebagai waktu kebersamaan keluarga, tanpa kewajiban menghadiri agenda formal.
Dengan konsep yang lebih terbuka, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi yang inklusif bagi masyarakat. Selain memperkuat kedekatan antara pemerintah dan warga, open house juga menjadi bagian dari tradisi yang mempererat hubungan sosial di tingkat daerah.
Rekomendasi: Izin Proyek BRT Bandung Dihentikan, Kualitas Disorot Walikota
Sebagai penutup, agenda open house Idulfitri 2026 di Jawa Barat menjadi salah satu bentuk pendekatan langsung antara gubernur dan masyarakat. Kegiatan ini diperkirakan kembali menarik partisipasi luas warga, sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan di hari raya. Informasi lanjutan terkait teknis pelaksanaan kemungkinan akan disampaikan menjelang hari kegiatan.
0 Komentar