Tenang dulu soal harga BBM itu pesan dari Bahlil. Tapi di balik situasi yang terlihat adem, ternyata pemerintah lagi “ngulik” sesuatu yang cukup serius. Ada hitung-hitungan baru yang bisa berdampak ke harga BBM ke depan.

Bukan cuma soal naik atau tidak, tapi soal bagaimana harga BBM nonsubsidi bakal ditentukan ke depannya. Dan ini bisa berpengaruh ke banyak orang.

Pemerintah lewat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ini sedang membahas formulasi baru harga BBM nonsubsidi bareng Pertamina dan juga badan usaha swasta. Prosesnya masih berjalan, dan hasilnya belum diumumkan.

BBM Ditahan, Tapi Lagi Ada “Gerakan” di Belakang

Per 1 April 2026, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi. Padahal, harga minyak mentah dunia lagi naik gara-gara situasi di Timur Tengah.

Nah, di sinilah mulai menarik.

Bahlil bilang, pemerintah lagi duduk bareng dengan berbagai pihak buat nyusun formulasi harga yang lebih “bijak”. Artinya, bukan sekadar ikut harga pasar, tapi juga mempertimbangkan kondisi masyarakat.

Singkatnya: BBM memang gak naik sekarang, tapi lagi ada perhitungan ulang di balik layar.

Kenapa Bisa Begini? Ini Penyebabnya

Kondisi global lagi gak santai. Konflik di Timur Tengah bikin harga minyak dunia naik, dan biasanya ini langsung berdampak ke harga BBM.

Tapi pemerintah gak mau buru-buru naikin harga.

Alasannya cukup jelas: daya beli masyarakat lagi jadi perhatian utama. Kalau BBM naik sekarang, efeknya bisa ke mana-mana mulai dari harga barang sampai ongkos transportasi.

Makanya, pemerintah pilih “rem dulu”, sambil nyari formula yang lebih aman buat semua pihak.

Harga BBM Non Subsidi Masih Dihitung, Belum Final

Di satu sisi, keputusan ini jelas bikin lega. Pengguna BBM nonsubsidi gak perlu keluar uang lebih banyak setidaknya untuk sekarang. Tapi di sisi lain, ini juga jadi tanda kalau ke depan bisa aja ada penyesuaian.

Buat pelaku usaha energi, kondisi ini juga gak gampang. Mereka tetap harus menyesuaikan biaya operasional dengan harga minyak dunia yang naik. Jadi, situasinya sekarang tuh kayak: ditahan dulu, tapi belum selesai.

Bahlil sendiri bilang kalau saat ini pemerintah masih dalam tahap “exercise” alias simulasi perhitungan. Belum ada tanggal pasti kapan hasilnya bakal diumumkan.

Yang jelas, pemerintah mengklaim lagi cari jalan tengah—biar masyarakat gak terbebani, tapi sistem harga tetap jalan. Jadi kalau nunggu kepastian? Ya, sabar dulu.

Yang Perlu Kamu Tahu Soal Harga BBM

Saat ini, harga BBM nonsubsidi masih pakai aturan dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Rumusnya cukup kompleks, tapi intinya ada tiga komponen utama:

  • Harga indeks pasar
  • Konstanta
  • Margin

Lalu ditambah pajak seperti PPN 11% dan pajak daerah (PBBKB).

Meskipun pemerintah gak langsung intervensi harga, semua badan usaha tetap wajib lapor tiap ada perubahan.

Artinya, perubahan harga tetap mungkin terjadi kapan aja.

Jarang banget harga BBM ditahan saat harga minyak dunia naik. Ini nunjukin kalau pemerintah lagi ekstra hati-hati bukan cuma soal ekonomi, tapi juga stabilitas sosial.

Baca Juga: Bahlil Bocorkan BBM yang Bakal Naik, Bikin Waswas Netizen

Baca Juga: Menkeu Purbaya Jamin BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Desember 2026

Jadi, meskipun sekarang BBM terlihat “aman”, sebenarnya lagi ada proses penting yang berjalan di belakang layar. Hasil dari perhitungan ini bakal menentukan arah harga BBM ke depan.

Untuk sekarang, pesan Bahlil jelas: tenang dulu. Tapi tetap siap, karena cerita ini belum selesai.