PT PLN (Persero) terus mempercepat transformasi digital di sektor ketenagalistrikan nasional. Upaya tersebut kembali ditegaskan melalui peresmian Centralized Command Center PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kendali terintegrasi guna meningkatkan keandalan sistem distribusi serta kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Peresmian Centralized Command Center PLN UP2D Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dilakukan langsung oleh Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri. Langkah ini dinilai sebagai bagian strategis dari transformasi proses bisnis PLN yang berorientasi pada pelanggan, kecepatan respons, serta pemanfaatan teknologi digital secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Arsyadany menegaskan bahwa kehadiran Command Center terpusat menjadi fondasi penting dalam penguatan sistem distribusi kelistrikan. Dengan sistem kendali yang terintegrasi, PLN diharapkan mampu merespons gangguan jaringan secara lebih cepat, akurat, dan terkoordinasi, sekaligus meningkatkan pengalaman layanan pelanggan.

Baca Juga: Pidato Prabowo di WEF 2026 Davos, Strategi Tarik Investasi

“Transformasi digital di sektor distribusi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Centralized Command Center memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data secara real time,” ujar Arsyadany di hadapan jajaran manajemen PLN.

Transformasi Layanan Distribusi Berbasis Digital

Centralized Command Center UP2D Jateng & DIY menjadi simbol pergeseran PLN menuju sistem distribusi yang lebih adaptif dan modern. Seluruh aktivitas pengendalian operasional kini terpusat, memungkinkan koordinasi lintas unit berjalan lebih efektif tanpa dibatasi wilayah kerja.

Manajer UP2D Jateng & DIY, Moh. Khozain, menjelaskan bahwa Command Center ini dirancang untuk mendukung optimalisasi layanan PLN Mobile, khususnya fitur Live Chat serta penerapan New APKT. Dengan sistem borderless, petugas dapat menangani laporan pelanggan dari berbagai wilayah secara responsif dan efisien.

Model layanan ini menjadi jawaban atas meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kecepatan dan transparansi pelayanan kelistrikan di era digital.

Integrasi Teknologi ARGIS, SCADA, dan WASPADA

Salah satu keunggulan utama Centralized Command Center ini adalah integrasi sistem Advanced Geographic Information System (ARGIS) dengan SCADA serta pemantauan cuaca melalui fitur WASPADA (Weather & SCADA Predictive Analysis for Distribution Assets).

Melalui integrasi tersebut, PLN dapat memetakan aset distribusi dan kondisi gangguan secara real time, termasuk potensi risiko akibat cuaca ekstrem. Data yang ditampilkan bersifat visual, akurat, dan informatif, sehingga sangat membantu proses analisis serta pengambilan keputusan operasional.

Pendekatan berbasis data ini menjadi kunci dalam menekan durasi gangguan dan meningkatkan keandalan pasokan listrik, terutama di wilayah dengan tingkat beban dan aktivitas ekonomi tinggi seperti Jawa Tengah dan DIY.

Menuju Center of Excellence UP2D Jateng–DIY

Lebih lanjut, Khozain menambahkan bahwa pengoperasian Centralized Command Center merupakan langkah awal menuju pembentukan Center of Excellence (CoE) UP2D Jateng & DIY. Ke depan, Command Center akan mengoordinasikan lima pusat kendali utama, yakni Distribution Control Center (DCC), HSSE Control Center, Maintenance Control Center (MCC), Network Operation Center (NOC), dan Command Center (CC).

Sinergi antar pusat kendali tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi listrik yang tidak hanya andal, tetapi juga aman, efisien, dan berkelanjutan.

Layanan Listrik Makin Adaptif

Peresmian Centralized Command Center ini menunjukkan keseriusan PLN dalam menjawab tantangan kelistrikan modern. Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap listrik dan teknologi digital, kecepatan respons dan keandalan jaringan menjadi indikator utama kualitas layanan.

Berita Rekomendasi: Menko Pangan Zulkifli Hasan Bahas Kerja Sama Iklim Indonesia

Dengan sistem kendali terpusat dan integrasi data real time, PLN tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik. Transformasi ini menempatkan PLN pada jalur yang tepat menuju perusahaan energi kelas dunia, sejalan dengan tuntutan era digital dan kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis.