48 Korban Longsor Cisarua Ditemukan, Pencarian Masih Berlanjut
Evakuasi korban longsor Cisarua memasuki hari keempat. Tim SAR gabungan telah menemukan 48 jenazah, sementara 33 warga masih dalam pencarian.
Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari keempat dengan perkembangan signifikan. Tim SAR gabungan hingga Kamis sore berhasil mengevakuasi total 48 kantong jenazah dari lokasi terdampak. Proses pencarian masih terus dilakukan karena puluhan warga lainnya belum ditemukan.
Hingga hari keempat operasi, tim mencatat delapan kantong jenazah baru ditemukan dalam satu hari pencarian. Seluruh temuan tersebut langsung diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk menjalani tahapan identifikasi. Evakuasi dilakukan di tengah kondisi cuaca yang sempat menyulitkan jalannya operasi.
Data Korban dan Perkembangan Terbaru
Berdasarkan pembaruan data penanganan bencana, jumlah warga yang terdampak longsor kini mencapai 155 orang. Dari jumlah tersebut, 75 orang dinyatakan selamat, sementara 80 orang sebelumnya dilaporkan hilang sejak peristiwa longsor terjadi. Dengan ditemukannya 48 korban meninggal dunia, saat ini masih terdapat 33 orang yang belum ditemukan dan masuk dalam daftar pencarian.
Baca Juga: Dugaan Alih Fungsi Hutan Picu Longsor di Cisarua
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa pencarian pada hari keempat dihentikan sementara pada sore hari dan akan kembali dilanjutkan sesuai jadwal operasi. Penghentian sementara dilakukan untuk evaluasi serta mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.
Operasi pencarian pada hari tersebut dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Namun, hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya sejak pagi menjadi salah satu kendala utama. Kondisi cuaca baru membaik menjelang sore hari, sehingga tim dapat kembali mengoptimalkan upaya pencarian hingga berhasil menemukan delapan kantong jenazah tambahan.
Penyesuaian Strategi Pencarian di Lapangan
Selain faktor cuaca, tim SAR gabungan juga melakukan penyesuaian strategi pencarian. Setelah dilakukan evaluasi lapangan, sebagian personel dipindahkan dari sektor A2 ke sektor B2. Langkah ini diambil karena adanya indikasi potensi keberadaan korban di area tersebut berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kondisi medan.
Perluasan area pencarian menjadi bagian penting dalam upaya menemukan seluruh korban yang masih hilang. Tim SAR gabungan tetap mengedepankan koordinasi antarunsur serta memperhatikan aspek keselamatan mengingat kondisi tanah yang labil pasca-longsor.
Baca Juga: Alih Fungsi Lahan Disorot Usai Longsor Cisarua
Ade menjelaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilakukan sesuai dengan masa tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan pemerintah. Secara keseluruhan, operasi SAR direncanakan berlangsung hingga 14 hari sejak kejadian, dengan evaluasi menyeluruh dijadwalkan pada hari ketujuh pelaksanaan.
Hingga hari keempat, proses evakuasi korban longsor di Cisarua menunjukkan perkembangan, namun pencarian belum selesai. Dengan masih adanya 33 warga yang dinyatakan hilang, tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi sesuai rencana sambil menyesuaikan strategi dengan kondisi lapangan. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau seiring evaluasi berkala selama masa tanggap darurat.
0 Komentar