BI Resmi Masuk Proyek Nexus, Pembayaran Lintas Negara Bakal Lebih Efisien
Bank Indonesia resmi bergabung dalam proyek Nexus untuk memperkuat pembayaran lintas negara yang efisien, terjangkau, dan mendukung inklusi keuangan.
Bank Indonesia (BI) resmi bergabung sebagai anggota penuh dalam proyek Nexus, sebuah inisiatif global yang bertujuan memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara. Keputusan ini menandai langkah strategis BI untuk menghadirkan layanan pembayaran internasional yang lebih efisien, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat serta pelaku usaha Indonesia.
Keikutsertaan BI dalam Nexus dilakukan bersama lima bank sentral lain di kawasan dan Asia Selatan, yakni Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, Bank of Thailand, dan Reserve Bank of India. Proyek ini berada di bawah inisiasi Bank for International Settlements (BIS) dan difokuskan pada penghubungan sistem pembayaran instan domestik antarnegara.
Baca Juga: Target 6 Persen: Strategi Menkeu Purbaya Pacu Ekonomi
Indonesia dipandang memiliki kepentingan besar dalam penguatan konektivitas pembayaran internasional. Selain aktivitas perdagangan yang terus berkembang, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal pekerja migran maupun penerima aliran remitansi dari luar negeri.
Nexus dan Peran BI dalam Sistem Pembayaran Global
Proyek Nexus diluncurkan BIS pada 2021 dengan tujuan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik atau instant payment systems (IPS). Melalui skema ini, transaksi lintas negara diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan mekanisme konvensional.
Pada 2025, Nexus memasuki tahap implementasi dengan berdirinya Nexus Global Payments (NGP) yang dikelola oleh sejumlah bank sentral peserta. Dalam fase ini, BI yang sebelumnya berstatus sebagai pengamat khusus menyatakan komitmen untuk berpartisipasi penuh sebagai anggota.
Baca Juga: OJK Siapkan Reformasi Pasar Modal, Free Float Emiten Naik
Sebagai bagian dari keanggotaan tersebut, Bank Indonesia akan mengembangkan sistem pembayaran instan nasional, BI-FAST, agar dapat terhubung langsung dengan Nexus. Integrasi ini diharapkan menjadi fondasi utama bagi peningkatan layanan pembayaran lintas negara yang lebih efisien dan inklusif.
Dampak bagi Masyarakat dan Ekonomi Nasional
Interkoneksi BI-FAST dengan Nexus diproyeksikan membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Transaksi lintas negara, termasuk pengiriman uang dan pembayaran perdagangan, diharapkan menjadi lebih cepat dan terjangkau, sehingga mendukung aktivitas ekonomi lintas batas.
BI menegaskan bahwa keterlibatan dalam Nexus tetap mengedepankan kepentingan nasional. Proses kliring dan setelmen untuk transaksi domestik akan tetap dilakukan di dalam negeri guna menjaga kedaulatan sistem pembayaran nasional.
Langkah ini juga sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 serta mendukung kerangka Regional Payment Connectivity yang disepakati negara-negara ASEAN pada 2022. Melalui sinergi ini, penguatan konektivitas pembayaran regional diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Berita Rekomendasi: Nadiem Yakin Bebas di Kasus Chromebook, Ini Fakta di
Selain itu, kolaborasi BI dengan NGP turut mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang menjadi bagian dari komitmen G20. Ke depan, BI menyatakan akan terus memperluas jaringan pembayaran internasional melalui kerja sama dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi.
Dengan bergabungnya BI dalam proyek Nexus, Indonesia menegaskan posisinya dalam arsitektur pembayaran global sekaligus membuka peluang baru bagi efisiensi transaksi lintas negara yang lebih luas dan inklusif.
0 Komentar