Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengalihfungsikan mobil dinas lama milik gubernur menjadi kendaraan layanan kesehatan keliling untuk membantu masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026. Kendaraan yang sebelumnya digunakan sebagai mobil resmi itu kini dimodifikasi menjadi klinik berjalan yang dapat memberikan pemeriksaan kesehatan langsung kepada warga.

Mobil dinas berjenis Mercedes-Benz tersebut dilengkapi berbagai peralatan medis agar bisa digunakan sebagai fasilitas kesehatan bergerak. Program ini disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat maupun pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan selama periode mudik yang biasanya diwarnai lonjakan mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Angkot di Jalur Utama Jabar Akan Dihentikan

Mobil Dinas Diubah Jadi Klinik Keliling

Menurut Dedi, kendaraan dinas lama yang sebelumnya digunakan sebagai mobil resmi gubernur kini memiliki fungsi baru sebagai klinik berjalan. Mobil berukuran besar itu dimodifikasi agar mampu menampung berbagai fasilitas medis untuk pelayanan kesehatan dasar.

Di dalam kendaraan tersebut tersedia sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan jantung dan layanan kesehatan bagi ibu hamil. Selain itu, mobil tersebut juga dilengkapi fasilitas yang dapat digunakan untuk membantu proses persalinan apabila terjadi kondisi darurat saat perjalanan mudik.

Dengan kelengkapan tersebut, kendaraan ini disebut sebagai salah satu mobil layanan kesehatan yang memiliki fasilitas cukup lengkap dalam program yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penggunaan mobil dinas lama ini juga dimaksudkan agar kendaraan yang sebelumnya menjadi aset operasional pemerintah tetap dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik, khususnya dalam pelayanan kesehatan.

Disiapkan untuk Membantu Pemudik dan Warga

Mobil klinik keliling tersebut akan difokuskan untuk memberikan layanan kesehatan selama masa arus mudik Lebaran 2026. Keberadaannya diharapkan dapat membantu masyarakat atau pemudik yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara cepat tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan tetap.

Selain kendaraan yang berasal dari mobil dinas gubernur, pemerintah provinsi juga menyiapkan lima mobil layanan kesehatan keliling lainnya. Seluruh kendaraan tersebut akan dioperasikan untuk menjangkau berbagai wilayah di Jawa Barat.

Baca Juga: Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi 18 Maret

Rencananya, kendaraan layanan kesehatan itu akan berkeliling setiap hari dari kantor wilayah gubernur untuk mendatangi masyarakat di berbagai daerah. Sistem ini memungkinkan tenaga kesehatan memberikan pemeriksaan langsung di lapangan, terutama di wilayah yang membutuhkan layanan kesehatan selama masa mudik.

Dengan pola operasional tersebut, pemerintah daerah berharap layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama di titik-titik yang ramai dilalui pemudik.

Upaya Memperkuat Layanan Selama Mudik

Masa mudik Lebaran setiap tahun biasanya diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Kondisi tersebut juga meningkatkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan darurat di jalur perjalanan maupun di daerah tujuan mudik.

Melalui pengoperasian mobil klinik keliling, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Kehadiran kendaraan medis bergerak ini diharapkan dapat membantu penanganan cepat jika terjadi keluhan kesehatan selama perjalanan mudik.

Selain memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, keberadaan fasilitas medis di dalam mobil tersebut juga memungkinkan penanganan awal bagi kondisi tertentu sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Rekomendasi: Siagakan 2.148 Personel PLN Pastikan Listrik Jakarta Aman Selama

Program layanan kesehatan keliling ini menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran serta keamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.