Kapolda Jatim Imbau Bijak Bermedsos Usai Kasus Nenek Elina, Minta Warga Tidak Mudah Memviralkan Ancaman
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial menyusul viralnya kasus nenek Elina yang dinilai menciptakan suasana mencekam.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam menyikapi peristiwa yang berkaitan dengan aksi pengancaman. Imbauan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus nenek Elina yang ramai diperbincangkan di media sosial dan dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Irjen Nanang menilai, viralnya berbagai konten bernuansa ancaman dapat menciptakan suasana mencekam di lingkungan sosial. Menurutnya, penyebaran informasi semacam itu tidak memberikan manfaat nyata bagi penyelesaian masalah, justru berpotensi memperkeruh situasi yang sebelumnya kondusif.
“Kalau kita lihat dari media yang viral-viral ancaman-ancaman. Sekarang saya tanya, apa gunanya sih kita membuat hal-hal yang membuat mencekam? Nggak ada gunanya,” ujar Irjen Nanang saat menyampaikan pernyataan pada Senin (29/12).
Baca Juga : Apakah Aplikasi MBA Aman? Simak Ciri-Ciri Aplikasi Ilegal
Alih-alih memviralkan peristiwa di media sosial, Irjen Nanang meminta masyarakat untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menjaga ketertiban dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.
Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan menyebarkannya secara luas di ruang digital tanpa pertimbangan dampak sosial.
Menurut Irjen Nanang, informasi yang diunggah di media sosial dapat menyebar dengan sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik. Jika konten tersebut bersifat provokatif, dampaknya tidak hanya dirasakan secara sosial, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan perekonomian daerah.
Meski demikian, Irjen Nanang menyebut masyarakat Jawa Timur saat ini sudah semakin cerdas dalam memilah informasi. Ia optimistis publik mampu menilai mana konten yang bersifat informatif dan mana yang berpotensi memicu provokasi.
Kapolda berharap, kesadaran bersama dalam menggunakan media sosial dapat terus ditingkatkan agar ruang digital tidak menjadi sumber keresahan, melainkan sarana yang mendukung situasi aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat. Sumber (Tribun-Video.com)
0 Komentar