Menko Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menegaskan percepatan pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional. Pemerintah menargetkan puluhan ribu bangunan koperasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat sebelum masuk ke tahap operasional. Skema ini dirancang agar koperasi tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi langsung berfungsi melayani kebutuhan masyarakat.

“Tadi sampai Mei, Juni, mudah-mudahan bisa diselesaikan. Kalau diselesaikan, maka lanjutannya harus ada operasional,” ujar Zulhas ketika dijumpai selepas Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Dorong Aksi Bersih Nasional untuk Indonesia

Kopdes Merah Putih Disiapkan Langsung Masuk Tahap Operasional

Menko Pangan Zulhas menjelaskan bahwa setelah pembangunan fisik tuntas, pemerintah akan segera mengisi koperasi desa dengan berbagai komoditas penting. Barang-barang tersebut meliputi pupuk, kebutuhan pokok masyarakat, hingga LPG 3 kilogram yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga desa.

Pendekatan ini dilakukan agar koperasi tidak menjadi bangunan pasif, melainkan langsung menjalankan fungsi ekonomi. Keberadaan Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi serta meningkatkan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan dasar.

Selain itu, koperasi desa juga dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi lokal yang terintegrasi dengan program pemerintah lainnya, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh warga.

Peran Kopdes sebagai Penyerap Produk UMKM Desa

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Kopdes Merah Putih akan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa masing-masing. Dengan mekanisme ini, produk UMKM lokal memiliki kepastian pasar tanpa harus bersaing di jalur distribusi yang panjang.

Model ini dinilai mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus mendorong kemandirian usaha masyarakat. Produk-produk asli desa dapat terserap langsung oleh koperasi, kemudian didistribusikan sesuai kebutuhan program pemerintah maupun konsumsi masyarakat setempat.

Baca Juga: PAN Buka Opsi Prabowo–Zulhas 2029, Dorong Konsolidasi

Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis

Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan menjadi pemasok bahan baku untuk program makan bergizi gratis (MBG). Menurut Menko Pangan Zulhas, setiap koperasi desa atau kelurahan akan diarahkan menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.

"Koperasi Desa Merah Putih ini akan men-supply SPPG. Koperasi Desa Merah Putih sendiri nanti akan menampung hasil dari offtaker dari hasil UMKM yang ada di desa. Jadi ini program Bapak Presiden itu satu dengan lain semua terkait," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai program pemerintah yang tengah dijalankan saling terhubung satu sama lain.
“Jadi, program Bapak Presiden itu semua terkait dengan yang tadi kami bahas (dalam rapat),” ucap Zulhas.

Update Progres Pembangunan di Berbagai Wilayah

Secara terpisah, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan perkembangan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih. Hingga saat ini, sebanyak 680 bangunan koperasi dilaporkan telah selesai sepenuhnya.

Sebagian besar bangunan yang sudah rampung berada di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Sementara itu, pembangunan di luar Jawa masih terbatas.
“Kalau yang di luar Jawa masih rata-rata 10–14 unit,” ucap Joao.

Ia juga menyebutkan bahwa masih terdapat 29.424 bangunan Kopdes Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan. Joao menargetkan penyelesaian 30 ribu unit pada April 2026.

“Saya mau bulan Juli targetnya bisa 60 ribu–80 ribu (unit), yang penting kami dikasih tanah, orang di kampung semua mau bangun,” ujar Joao.

Berita Rekomendasi: KPK Tetapkan 3 Tersangka Usai OTT di KPP Madya

Pernyataan Zulhas menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan instrumen strategis penguatan ekonomi desa. Dengan peran sebagai distributor kebutuhan pokok, penyerap produk UMKM, dan pemasok program makan bergizi gratis, koperasi desa diproyeksikan menjadi simpul penting dalam kebijakan pangan nasional. Pemerintah masih menunggu penyelesaian pembangunan fisik sebagai dasar operasional penuh di seluruh wilayah.