Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin pagi. Agenda ini menjadi forum evaluasi kinerja jajaran TNI dan Polri sekaligus peninjauan kesiapan sektor pertahanan dan keamanan nasional di awal tahun.

Kehadiran para pimpinan TNI dan Polri di Istana Negara dibenarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ia menyampaikan bahwa rapat tersebut merupakan agenda rutin yang biasa dilakukan pemerintah bersama institusi pertahanan dan keamanan. Menurut Tito, evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan tugas-tugas strategis TNI–Polri berjalan sesuai arah kebijakan nasional.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo Subianto–PM Australia: Pendidikan dan Ekonomi

Evaluasi Rutin Sektor Pertahanan dan Keamanan

Rapat pimpinan ini digelar sebagai bagian dari tradisi tahunan yang melibatkan jajaran pimpinan TNI dan Polri dari berbagai tingkat. Tito Karnavian menjelaskan bahwa agenda Rapim umumnya berisi peninjauan kinerja sekaligus pembahasan kesiapan menghadapi tantangan keamanan ke depan.

Dalam konteks waktu pelaksanaan, Rapim TNI–Polri digelar pada awal tahun, sejalan dengan pola evaluasi yang juga dilakukan terhadap kepala daerah. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menggelar rapat koordinasi dengan para kepala daerah di Sentul sebagai bagian dari agenda awal tahun pemerintahan. Pola serupa kini diterapkan kepada institusi TNI dan Polri.

Tito menyebutkan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah pelaksanaan tugas TNI–Polri di bidang pertahanan dan keamanan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga, termasuk dalam menghadapi berbagai agenda besar yang bersifat nasional dan keagamaan.

Fokus Evaluasi dan Arahan Presiden

Selain Menteri Dalam Negeri, Rapim TNI–Polri juga dihadiri oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Ia menegaskan bahwa rapat pimpinan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan TNI dan Polri, mulai dari tingkat komandan Kodim ke atas di lingkungan TNI serta kepala Polres ke atas di jajaran Polri.

Baca Juga: Prabowo Tetapkan PMN Rp4,77 Triliun untuk KAI, Pelni, INKA

Menurut Maruli, agenda utama Rapim adalah evaluasi kinerja yang telah berjalan sekaligus pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut berisi langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh TNI dan Polri dalam menjalankan tugas ke depan.

Salah satu aspek yang disoroti dalam evaluasi adalah pengamanan pada periode Natal dan Tahun Baru. Pengamanan tersebut dinilai berjalan relatif aman dan menjadi bagian dari bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pengamanan selanjutnya.

Selain evaluasi periode sebelumnya, rapat juga membahas persiapan pengamanan agenda besar yang akan datang, seperti bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Persiapan dini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode dengan aktivitas publik yang meningkat.

Maruli menjelaskan bahwa Rapim TNI–Polri merupakan agenda rutin tahunan. Setelah Presiden menyampaikan pengarahan, jajaran TNI akan menindaklanjuti instruksi tersebut melalui rapat pimpinan internal di masing-masing matra.

Ia menambahkan bahwa arahan Presiden akan diterjemahkan secara berjenjang, mulai dari Rapim TNI hingga rapat pimpinan di tingkat angkatan. Langkah ini bertujuan agar kebijakan dan petunjuk Presiden dapat diimplementasikan secara konkret di lapangan.

Berita Rekomendasi: Zulkifli Hasan Targetkan Swasembada Protein Nasional

Rapat Pimpinan TNI–Polri yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum awal tahun untuk mengevaluasi kinerja serta menyusun langkah strategis sektor pertahanan dan keamanan. Evaluasi ini diharapkan memperkuat kesiapan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional serta mengamankan agenda-agenda penting ke depan. Pemerintah memastikan hasil rapat tersebut akan ditindaklanjuti secara berjenjang oleh masing-masing institusi.