Zulkifli Hasan Dorong Santri Tazakka Jadi Pemimpin Masa Depan
Kunjungan Zulkifli Hasan ke Pondok Modern Tazakka Batang diisi pesan bagi santri tentang syukur, ketahanan pangan, dan peran generasi muda.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, mengunjungi Pondok Modern Tazakka di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Jumat (30/1). Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan pesan penting kepada para santri mengenai peran generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Kehadiran Zulkifli Hasan di lingkungan pesantren disambut oleh pimpinan Pondok Modern Tazakka beserta jajaran pengasuh. Ia didampingi Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, dan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan bersama para santri, termasuk melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di kompleks pesantren.
Baca Juga: Menko Pangan Zulhas Dukung Pelabuhan Perikanan Batang
Pesan Syukur dan Tanggung Jawab Santri
Usai Shalat Jumat, Zulkifli Hasan diminta menyampaikan nasihat di hadapan ratusan santri. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya rasa syukur atas kesempatan menimba ilmu di pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki keistimewaan karena tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum dan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter serta kedekatan spiritual para santri.
Ia menilai pendidikan di pesantren menjadi bekal penting dalam membangun sikap dan cara berpikir generasi muda. Zulkifli Hasan mengingatkan agar para santri mampu memanfaatkan masa belajar dengan sebaik-baiknya, karena pengalaman dan nilai yang diperoleh di pesantren akan memengaruhi langkah mereka di masa depan.
Selain menyoroti aspek pendidikan karakter, Zulkifli Hasan juga mengajak para santri untuk tidak bersikap pasif dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menentukan masa depan, termasuk melalui pilihan-pilihan yang diambil sejak usia muda.
Gambaran Ketahanan Pangan Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Menko Pangan Zulkifli Hasan turut memberikan gambaran singkat mengenai kondisi ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Ia menjelaskan secara umum kebijakan pemerintah di sektor pangan, mulai dari pengelolaan ekspor dan impor hingga tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan dalam menjaga ketersediaan pangan.
Penjelasan tersebut disampaikan dengan tujuan membuka wawasan para santri mengenai isu strategis nasional. Zulkifli Hasan menilai pemahaman terhadap persoalan pangan penting bagi generasi muda, mengingat ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi utama dalam pembangunan negara.
Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Nilai Jawa Tengah Terdepan Kelola
Untuk mendorong partisipasi aktif, Zulkifli Hasan mengajak dua santri maju ke depan dan berdialog singkat. Kedua santri tersebut diminta menjawab pertanyaan seputar isu pangan nasional. Atas keberanian dan jawaban yang disampaikan, Zulkifli Hasan memberikan apresiasi berupa hadiah sebagai bentuk penghargaan.
Ia juga kembali mengingatkan bahwa generasi muda, termasuk para santri, merupakan calon pemimpin bangsa di masa mendatang. Menurutnya, cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan sejak dini akan menentukan peran mereka kelak di tengah masyarakat.
Harapan dari Pimpinan Pesantren
Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Kiai Anang Rikza Masyhadi, menyampaikan bahwa saat ini pesantren yang dipimpinnya menampung sekitar 960 santri dari 27 provinsi di Indonesia. Keberagaman asal daerah tersebut, menurutnya, menjadi potensi besar dalam melahirkan sumber daya manusia yang siap berkontribusi bagi bangsa.
Ia berharap dari lingkungan Pondok Modern Tazakka akan lahir tokoh-tokoh nasional yang memiliki latar belakang santri. Kiai Anang menilai pendidikan pesantren mampu mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan nilai keagamaan yang kuat.
Kunjungan Zulkifli Hasan tersebut diharapkan dapat menambah motivasi para santri untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Pihak pesantren juga membuka peluang untuk terus menjalin komunikasi dan dialog dengan berbagai pihak guna memperluas wawasan santri.
Berita Rekomendasi: Target 6 Persen: Strategi Menkeu Purbaya Pacu Ekonomi
Secara keseluruhan, kunjungan ini menjadi momentum penguatan peran pesantren sebagai pusat pendidikan karakter dan calon pemimpin bangsa. Pesan yang disampaikan menegaskan pentingnya rasa syukur, tanggung jawab, dan kesadaran akan isu nasional sejak dini.
0 Komentar