Dasco Soroti Isu BBM Naik, Warga Diminta Stop Panic Buying
Dasco minta masyarakat tidak panic buying meski isu BBM naik ramai. Pemerintah pastikan harga masih stabil dan fiskal kuat.
Isu kenaikan harga BBM kembali memicu kegelisahan publik. Namun, apakah benar situasinya sudah genting?
Di tengah kekhawatiran itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, justru meminta masyarakat untuk tidak bereaksi berlebihan.
Dalam pernyataannya, Dasco menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan pemerintah yang mengarah pada kenaikan harga BBM. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau bahkan penimbunan.
Dasco: Harga BBM Masih Aman, Tak Perlu Panik
Dasco menegaskan bahwa harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, masih tetap berlaku seperti sebelumnya. Tidak ada perubahan yang direncanakan dalam waktu dekat.
Ia menilai reaksi masyarakat yang mulai antre panjang di SPBU merupakan respons yang tidak perlu. Menurutnya, kondisi tersebut justru bisa memicu gangguan distribusi yang sebenarnya tidak terjadi.
Imbauan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa masyarakat sebaiknya tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum tentu benar.
Kenapa Isu BBM Naik Mudah Viral?
Isu kenaikan BBM memang selalu sensitif. Sedikit saja kabar beredar, dampaknya bisa langsung terasa ke perilaku masyarakat.
Faktor global seperti harga minyak dunia dan kondisi ekonomi sering menjadi pemicu spekulasi. Ditambah lagi, pengalaman masa lalu membuat publik cepat bereaksi ketika mendengar potensi kenaikan harga.
Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang jelas. Inilah yang kemudian memicu kepanikan dan aksi borong.
Dampak Panic Buying Bisa Lebih Berbahaya
Dasco mengingatkan bahwa panic buying justru bisa memperburuk keadaan. Ketika masyarakat membeli dalam jumlah besar, distribusi menjadi tidak merata.
Akibatnya, muncul kesan kelangkaan, padahal stok sebenarnya cukup. Situasi ini bisa memicu kepanikan lanjutan dan menciptakan efek domino.
Tidak hanya BBM, perilaku ini juga berpotensi terjadi pada kebutuhan pokok lainnya, yang akhirnya merugikan banyak pihak.
Pemerintah Pastikan Fiskal Kuat Jaga Stabilitas
Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menjaga kebijakan subsidi.
Salah satu indikatornya adalah keberadaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun. Dana ini menjadi penopang penting agar harga BBM tetap stabil hingga akhir 2026.
Dengan perhitungan yang matang, pemerintah mengklaim sudah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan perubahan harga energi global.
Imbauan Dasco: Tetap Tenang dan Rasional
Dasco kembali menegaskan pentingnya sikap tenang di tengah situasi seperti ini. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh isu yang belum pasti.
Membeli BBM sesuai kebutuhan dinilai sebagai langkah paling bijak agar stabilitas tetap terjaga. Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih selektif dalam menerima informasi.
Baca Juga:
- Menkeu Purbaya Jamin BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Desember 2026
- Belum Naik, Tapi Udah Bikin Panas, Bahlil Kasih Sinyal BBM RON 92–98
Dengan kondisi yang masih terkendali, tidak ada alasan untuk melakukan aksi berlebihan.
Isu BBM naik memang selalu menarik perhatian. Namun, pernyataan Dasco menjadi pengingat bahwa tidak semua kabar perlu direspons dengan panik.
Selama kebijakan belum berubah, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak memperkeruh situasi. Pemerintah pun memastikan langkah antisipasi sudah disiapkan.
0 Komentar