Kenaikan harga beras kembali menjadi perhatian masyarakat pada awal Maret 2026. Di sejumlah pasar tradisional, harga beras dilaporkan mengalami kenaikan dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.

Pedagang menyebut kenaikan terjadi secara bertahap sejak akhir Februari. Meski tidak terjadi secara serentak di semua daerah, tren kenaikan mulai dirasakan di berbagai kota.

Bagi banyak rumah tangga, perubahan harga beras sangat terasa karena komoditas ini menjadi kebutuhan pokok sehari-hari.

Baca Juga: Pemerintah Desak Meta Buka Algoritma dan Perketat Moderasi

Kenaikan Harga Terjadi Bertahap

Beberapa pedagang di pasar tradisional mengatakan harga beras medium mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan biasanya berkisar antara Rp500 hingga Rp1.500 per kilogram tergantung wilayah dan jenis beras yang dijual.

Pedagang menyebut beberapa faktor yang memengaruhi kenaikan harga antara lain:

  • pasokan dari daerah penghasil yang berkurang sementara

  • biaya distribusi yang meningkat

  • permintaan pasar yang tetap tinggi

Selain itu, peralihan musim panen di beberapa daerah juga memengaruhi stabilitas pasokan beras.

Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung stabil karena beras merupakan makanan pokok yang sulit digantikan.

Kondisi Pasokan Beras di Pasar

Meski harga mengalami kenaikan, pedagang mengatakan stok beras di pasar masih tersedia.

Namun jumlah pasokan dari distributor disebut tidak sebanyak biasanya. Hal ini membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual.

Distributor juga mengaku menunggu pasokan baru dari daerah sentra produksi padi.

Beberapa daerah penghasil beras sedang memasuki masa panen, namun distribusi belum sepenuhnya lancar.

Kondisi ini membuat pasar berada dalam fase penyesuaian harga sementara waktu.

Baca Juga: Harga BBM di Sejumlah SPBU Berubah per 6 Maret 2026

Dampak Bagi Masyarakat

Kenaikan harga beras tentu berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.

Masyarakat berpenghasilan rendah biasanya paling merasakan perubahan harga pangan pokok.

Sebagian warga mulai mencari alternatif dengan membeli beras dalam jumlah lebih kecil atau memilih jenis beras dengan harga lebih terjangkau.

Di sisi lain, pedagang berharap harga dapat kembali stabil ketika pasokan dari daerah produksi mulai meningkat.

Stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Berita Rekomendasi: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Maret 2026 Lewat HP

Ke depan, perkembangan harga beras masih akan dipengaruhi oleh kondisi panen, distribusi, serta kebijakan stabilisasi pangan dari pemerintah.