Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke MAN 2 Kota Malang pada Selasa (24/2/2026). Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan siswa di aula utama tersebut, ia menekankan pentingnya gizi dan kualitas pendidikan dalam membentuk generasi unggul. Kunjungan ini sekaligus menjadi forum dialog terbuka terkait ketahanan pangan dan peran dunia pendidikan.

Sejak pagi, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan pemaparan, motivasi, serta sesi tanya jawab. Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menyoroti bahwa pemenuhan asupan gizi menjadi faktor mendasar bagi tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Ia menegaskan bahwa isu pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga kualitas konsumsi yang berpengaruh langsung pada kesehatan dan kemampuan belajar.

Baca Juga: MBG Ramadan Disesuaikan, Fokus Makanan Kering

Gizi dan Ketahanan Pangan Sejak Bangku Sekolah

Dalam pemaparannya, Menko Pangan menjelaskan bahwa kecukupan gizi memiliki dampak nyata terhadap kondisi fisik, daya konsentrasi, dan performa akademik siswa. Menurutnya, anak-anak yang mendapatkan nutrisi seimbang cenderung memiliki daya tahan tubuh lebih baik serta kesiapan belajar yang lebih optimal.

Ia juga menilai bahwa pemahaman mengenai ketahanan pangan perlu diperkenalkan sejak dini di lingkungan pendidikan. Hal ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa dalam menyiapkan generasi yang mampu bersaing secara global. Dengan mengenal pentingnya pangan bergizi sejak sekolah, siswa diharapkan memiliki kesadaran terhadap pola konsumsi sehat sekaligus memahami peran pangan dalam pembangunan nasional.

Baca Juga: Dugaan Perselingkuhan Istri Prajurit Disidik Pomdam

Selain membahas gizi, Zulkifli Hasan turut mengapresiasi model pendidikan yang diterapkan di madrasah tersebut. Ia melihat adanya keseimbangan antara kurikulum akademik dan pembinaan karakter berbasis nilai keagamaan. Menurutnya, integrasi ilmu pengetahuan dan nilai spiritual menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.

Konsep pendidikan yang memadukan aspek intelektual dan pembentukan karakter dinilai mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental tangguh. Ia menyebut madrasah sebagai salah satu pilar strategis dalam mencetak generasi yang tetap berpegang pada jati diri di tengah tantangan global.

Motivasi Siswa serta Sinergi Pendidikan

Kunjungan kerja tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan interaksi langsung antara pemerintah dan pelajar. Dalam sesi motivasi, Zulkifli Hasan mengajak siswa untuk berani memiliki cita-cita besar dan tidak takut menghadapi kegagalan. Ia menekankan bahwa keberhasilan membutuhkan proses belajar yang konsisten dan ketekunan.

Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab digelar. Lima siswa maju untuk menjawab pertanyaan secara langsung dan mendapatkan hadiah berupa tablet sebagai bentuk apresiasi. Interaksi ini mendorong antusiasme siswa lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam dialog.

Kehadiran sejumlah pejabat daerah turut memperkuat sinergi lintas sektor dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang KH Achmad Shampton, serta Kapolresta Malang Kota Putu Kholis Aryana bersama jajaran forkopimda dan kepala madrasah di kawasan Jalan Bandung.

Apresiasi yang disampaikan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendorong lembaga pendidikan untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter. Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia.

Berita Rekomendasi: Prediksi Skor Persib Bandung Vs Persebaya: Ujian Maung

Sebagai penutup, kunjungan Menko Pangan ke MAN 2 Kota Malang menegaskan bahwa pendidikan dan gizi merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam mencetak generasi masa depan. Penguatan kesadaran pangan sejak lingkungan sekolah dinilai penting untuk membentuk generasi yang sehat, berprestasi, dan berintegritas, sekaligus siap menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.