Menko Pangan Zulhas Tegaskan Dana Desa Tak Dipotong untuk KDMP
Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih dipastikan tidak dipotong. Pemerintah mengalihkannya menjadi aset koperasi dengan target 30 ribu unit segera beroperasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Dana Desa tidak mengalami pemotongan dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dana tersebut dialihkan dalam bentuk barang modal yang langsung dimanfaatkan oleh koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Penegasan ini disampaikan saat kunjungan ke Koperasi Kelurahan Merah Putih di Sampangan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
Menurut Zulkifli Hasan, skema tersebut justru membuat Dana Desa lebih nyata manfaatnya karena tidak sekadar tercatat sebagai anggaran, melainkan berubah menjadi fasilitas dan aset koperasi. Ia menyebut, pendekatan ini bertujuan memperkuat basis ekonomi desa sekaligus mendorong aktivitas usaha koperasi agar segera berjalan.
Dana Desa Berubah Menjadi Aset Koperasi
Baca Juga: Menko Pangan Tinjau MBG di Batang, Dorong Menu Ikan untuk Gizi
Dalam penjelasannya, Menko Pangan menyampaikan bahwa Dana Desa yang dialokasikan untuk program Koperasi Kelurahan Merah Putih tidak diambil atau dikurangi. Dana tersebut dialihkan menjadi bangunan, peralatan, dan sarana pendukung lain yang langsung digunakan oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) maupun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Ia menilai perubahan Dana Desa menjadi barang modal merupakan langkah positif karena memberikan hasil yang bisa langsung dirasakan. Dengan adanya gedung koperasi dan fasilitas pendukung, kegiatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan dapat berjalan lebih cepat dan terorganisir. Menurutnya, model ini membuat nilai Dana Desa tidak hilang, tetapi berwujud aset produktif.
Zulkifli Hasan juga menyampaikan bahwa pembangunan gerai KDMP dan KKMP menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu singkat. Dalam kurun sekitar tiga bulan, ribuan unit koperasi telah memasuki tahap penyelesaian. Pemerintah menargetkan peluncuran 20.000 hingga 30.000 unit Koperasi Desa Merah Putih pada Maret hingga April 2026.
Baca Juga: Zulkifli Hasan Pastikan MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan
Target Operasional dan Peran Distribusi Pangan
Selain menyoroti skema pendanaan, Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mendukung operasional koperasi. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai wilayah dengan pelaksanaan program yang dinilai paling siap, berkat dukungan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan serta keterlibatan lintas sektor.
Dengan kesiapan tersebut, pemerintah menargetkan sejumlah Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Tengah sudah dapat mulai beroperasi pada Maret 2026. Operasional koperasi diharapkan tidak hanya mendorong ekonomi lokal, tetapi juga berperan dalam distribusi pangan nasional.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa KKMP akan terlibat dalam mendukung pasokan bagi sistem distribusi pangan pemerintah, termasuk melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peran koperasi sebagai pemasok diharapkan memperpendek rantai distribusi, menjaga ketersediaan pangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungannya ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga, ia menyampaikan bahwa perkembangan koperasi di wilayah tersebut dilaporkan berjalan baik. Capaian ini disebut menjadi contoh pelaksanaan program Koperasi Merah Putih yang efektif dibandingkan daerah lain.
Berita Rekomendasi: Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi Mundur dari OJK
Pemerintah memastikan Dana Desa tetap utuh dalam program Koperasi Merah Putih dengan mengalihkannya menjadi aset dan fasilitas koperasi. Target peluncuran puluhan ribu unit koperasi serta rencana operasional dalam waktu dekat menunjukkan percepatan pelaksanaan program ini. Ke depan, peran koperasi diharapkan semakin kuat dalam mendukung ekonomi lokal dan distribusi pangan nasional.
0 Komentar