Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong KDMP Jadi Motor Swasembada Pangan
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak utama swasembada pangan nasional melalui sinergi lintas kementerian, teknologi, dan penguatan usaha desa.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan peran strategis Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak swasembada pangan nasional. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fisik dan penguatan tata kelola koperasi desa agar mampu menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Jakarta pada 12 Januari, Menko Pangan Zulkifli Hasan memimpin pembahasan Evaluasi Operasionalisasi dan Percepatan Pembangunan Fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Agenda rapat juga mencakup penguatan tata kelola komoditas strategis, khususnya beras dan jagung, serta penyediaan infrastruktur pascapanen.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa pengembangan koperasi desa merupakan langkah fundamental dalam membangun sistem pangan nasional yang berdaulat dan berkelanjutan. Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi simbol kelembagaan, tetapi harus berfungsi nyata sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.
Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Pasar Bandarjo Semarang
“Koperasi Desa Merah Putih terus berkembang sebagai penggerak ekonomi desa, khususnya di sektor pangan strategis seperti beras. Kita mendorong sinergi program untuk memperkuat swasembada pangan dari hulu hingga hilir,” ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Penguatan Usaha dari Hulu hingga Hilir
Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah mendorong koperasi desa mengelola rantai usaha secara terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi. Dengan pola ini, nilai tambah hasil pertanian tidak lagi terputus di tengah jalan, melainkan kembali kepada petani dan masyarakat desa.
Koperasi Desa Merah Putih juga diarahkan menjadi hub kegiatan pangan desa, termasuk dalam pengelolaan beras dan jagung. Pemerintah menilai penguatan kelembagaan koperasi menjadi kunci untuk memperbaiki tata niaga dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Pemanfaatan Teknologi dan Transparansi
Dalam arahannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan koperasi. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, serta akurasi data produksi dan distribusi pangan.
Penerapan teknologi juga dinilai penting untuk mencegah praktik tidak efisien dan memastikan tata kelola koperasi berjalan profesional. Dengan sistem yang lebih modern, koperasi diharapkan mampu bersaing sekaligus beradaptasi dengan dinamika sektor pangan nasional.
Infrastruktur Pascapanen Jadi Fokus
Selain penguatan kelembagaan dan teknologi, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pascapanen menjadi prioritas. Fasilitas penyimpanan, pengering, dan pengolahan hasil pertanian dinilai krusial untuk menekan kehilangan hasil panen serta meningkatkan kualitas komoditas pangan.
Ketersediaan infrastruktur ini akan memperkuat posisi koperasi desa dalam menjaga kualitas beras dan jagung, sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan lokal.
Sinergi Lintas Kementerian
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta perwakilan Bulog, LKPP, dan Badan Pengelola BUMN.
Berita Rekomendasi: Menko Pangan Zulhas Dorong Revitalisasi Tambak dan Sawah Terdampak Banjir
Kehadiran lintas kementerian menunjukkan bahwa penguatan koperasi desa menjadi agenda nasional yang membutuhkan kolaborasi menyeluruh. Menko Pangan Zulkifli Hasan menilai sinergi kebijakan ini penting agar program berjalan efektif hingga ke tingkat desa.
Dorongan Menko Pangan Zulkifli Hasan terhadap Koperasi Desa Merah Putih mencerminkan perubahan pendekatan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan. Fokus tidak lagi hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan tata kelola.
Tantangan ke depan terletak pada kesiapan sumber daya manusia koperasi serta konsistensi pendampingan di lapangan. Namun, jika dijalankan dengan serius, koperasi desa berpotensi menjadi fondasi kuat swasembada pangan nasional yang berbasis kerakyatan.
0 Komentar