Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Bandarjo, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu, 11 Januari 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan di wilayah Jawa Tengah tetap lancar serta harga kebutuhan pokok berada dalam kondisi stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Zulhas berkeliling pasar untuk melihat langsung kondisi distribusi bahan pangan, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga komoditas hortikultura. Ia juga berdialog dengan para pedagang dan pembeli guna mendengar secara langsung kondisi harga dan pasokan di lapangan. Menurutnya, pemantauan langsung sangat penting agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Zulhas menilai kestabilan pasokan dan harga pangan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan capaian positif yang patut dipertahankan. Pada periode tersebut, permintaan biasanya mengalami peningkatan, namun hingga awal 2026 harga kebutuhan pokok masih relatif terkendali. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator bahwa sistem distribusi pangan nasional berjalan dengan baik.

Baca Juga: Menko Pangan Zulhas Dorong Revitalisasi Tambak dan Sawah Terdampak Banjir

Ia menegaskan bahwa stabilitas pangan tidak terjadi secara otomatis, melainkan hasil dari kerja sama lintas sektor yang solid. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, pelaku usaha, hingga aparat pengawasan memiliki peran masing-masing dalam menjaga kelancaran distribusi dan mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

Kunjungan ke Pasar Bandarjo juga menjadi bagian dari persiapan pemerintah dalam menghadapi momentum besar ke depan, yakni bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pada periode tersebut, konsumsi pangan masyarakat biasanya meningkat signifikan. Tanpa persiapan yang matang, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga dan gangguan pasokan.

Zulhas menekankan bahwa kerja sama semua pihak akan menjadi pilar utama dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi sejak dini, baik dalam hal ketersediaan stok, distribusi, maupun pengawasan harga di tingkat pasar.

Selain memastikan pasokan, Zulhas juga menyoroti pentingnya menjaga daya beli masyarakat. Harga pangan yang stabil akan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa tekanan ekonomi berlebih, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mengoptimalkan kebijakan stabilisasi, termasuk operasi pasar jika diperlukan.

Pemerintah, lanjut Zulhas, berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen. Petani dan pelaku usaha harus tetap mendapatkan harga yang layak, sementara masyarakat sebagai konsumen juga harus memperoleh harga yang wajar. Keseimbangan ini menjadi kunci keberlanjutan sistem pangan nasional.

Berita Rekomendasi: Mentan Amran Amankan Bawang Bombai Ilegal di Semarang

Dengan hasil pemantauan yang relatif positif di Pasar Bandarjo, Zulhas optimistis kondisi pangan di Jawa Tengah akan tetap terkendali hingga memasuki bulan-bulan besar keagamaan. Ia berharap pola koordinasi dan pengawasan yang telah berjalan dapat terus diperkuat di daerah lain, sehingga stabilitas pangan nasional dapat terjaga secara merata.

Kunjungan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lengah dalam mengawal isu pangan. Dengan pemantauan langsung ke pasar tradisional, pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat bawah, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.