Direktorat Penerangan Agama Islam di bawah naungan Kementerian Agama RI menyelenggarakan pelatihan media sosial bagi penyuluh agama Islam wilayah Bekasi Raya pada 18 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung PUSIBA Bekasi ini diikuti sekitar 260 peserta dari Kabupaten dan Kota Bekasi. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan digital agar penyuluh mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi modern.

Program ini dibuka secara resmi oleh Direktur Penerangan Agama Islam, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., yang menekankan pentingnya penguatan kompetensi penyuluh di era digital. Menurutnya, penyuluh agama perlu memiliki keterampilan komunikasi berbasis media sosial agar pesan keagamaan dapat disampaikan secara lebih luas dan relevan dengan masyarakat.

Peningkatan Kompetensi Digital Penyuluh Agama

Pelatihan media sosial bagi penyuluh agama Islam Bekasi Raya merupakan bagian dari implementasi regulasi kepenyuluhan yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dalam konteks perkembangan teknologi, media sosial menjadi sarana strategis dalam penyebaran informasi keagamaan dan edukasi publik.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai penggunaan platform digital, strategi komunikasi daring, serta pengelolaan konten yang efektif dan bertanggung jawab. Para penyuluh didorong untuk tidak hanya aktif secara konvensional di lapangan, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital sebagai media dakwah dan edukasi.

Dengan jumlah peserta mencapai 260 orang, pelatihan ini mencerminkan kebutuhan yang besar akan penguatan kompetensi digital di kalangan penyuluh agama. Bekasi Raya, yang mencakup wilayah kabupaten dan kota, menjadi salah satu daerah dengan dinamika masyarakat yang tinggi sehingga menuntut pendekatan komunikasi yang adaptif.

Selain itu, penyelenggaraan pelatihan ini juga menyesuaikan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan arus informasi digital yang semakin cepat. Penyuluh agama diharapkan tidak tertinggal dalam memanfaatkan teknologi, melainkan mampu menggunakannya sebagai sarana edukasi yang konstruktif bagi masyarakat.

Dampak dan Harapan terhadap Peran Penyuluh

Pelatihan ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kualitas penyuluhan agama di tengah masyarakat. Dengan penguasaan media sosial, penyuluh dapat menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang aktif di platform digital.

Penguatan kompetensi digital juga dinilai penting untuk menjaga kualitas informasi keagamaan yang beredar di ruang publik. Kehadiran penyuluh yang aktif di media sosial dapat menjadi rujukan yang kredibel dalam menyampaikan pesan keagamaan yang moderat dan informatif.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan media sosial, tetapi juga etika komunikasi digital. Hal ini penting agar penyampaian pesan tetap sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Ke depan, kegiatan serupa berpotensi terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi transformasi penyuluhan agama di era digital. Peningkatan kapasitas digital dinilai menjadi langkah penting agar penyuluh agama tetap relevan dalam menghadapi perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin bergeser ke ranah daring.

Secara keseluruhan, pelatihan media sosial ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran penyuluh agama Islam di Bekasi Raya. Dengan kompetensi digital yang lebih baik, penyuluh diharapkan mampu menjalankan tugas pembinaan keagamaan secara lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.