Operasi pencarian korban bencana tanah longsor cisarua di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, kembali mencatat perkembangan pada Sabtu (31/1/2026). Tim SAR gabungan menemukan tiga jasad korban pada hari kedelapan sejak longsor terjadi. Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung karena sejumlah warga dilaporkan belum ditemukan.

Bencana longsor tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari dan menyebabkan puluhan warga tertimbun material tanah dan bebatuan. Berdasarkan data sementara, diperkirakan masih ada 17 orang yang dinyatakan hilang. Pemerintah daerah bersama tim SAR terus memaksimalkan upaya pencarian selama masa tanggap darurat masih berlaku.

Baca juga: Longsor Pasirlangu, Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Alih Fungsi

Kronologi Penemuan Korban di Berbagai Titik

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa tiga jenazah ditemukan di lokasi yang berbeda dalam rentang waktu yang relatif berdekatan. Penemuan pertama terjadi pada pukul 09.29 WIB di area pencarian Worksite B2 sektor B. Tidak lama berselang, tim kembali mengevakuasi satu kantong jenazah dari Worksite A1 pada pukul 10.23 WIB.

Penemuan ketiga berlangsung pada pukul 10.58 WIB di Worksite A2 sektor A. Seluruh jenazah langsung dievakuasi sesuai prosedur penanganan korban bencana alam. Hingga Sabtu pukul 11.14 WIB, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi dari lokasi longsor tercatat mencapai 63 kantong.

Setiap temuan di lapangan, baik berupa jasad utuh maupun bagian tubuh, segera diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI). Proses ini dilakukan untuk memastikan identitas korban secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi SAR Dimaksimalkan Hingga Akhir Tanggap Darurat

Dalam pelaksanaan pencarian, tim SAR gabungan menerapkan berbagai metode secara bersamaan. Penyisiran manual dilakukan di area rawan, sementara anjing pelacak K9 digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah material longsoran. Alat berat juga dikerahkan untuk membuka timbunan tanah dan bebatuan yang menutup akses ke lokasi-lokasi tertentu.

Sebanyak 3.675 personel gabungan terlibat dalam operasi ini. Mereka didukung oleh 17 unit excavator dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar ke seluruh sektor pencarian. Selain itu, pada hari kedelapan pencarian, tim juga mengoperasikan lima helikopter, satu pesawat sayap tetap, serta 22 unit drone untuk pemantauan dari udara.

Baca Juga: Sepekan Banjir di Subang, Ribuan Rumah Terendam

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa pencarian korban ditargetkan rampung dalam pekan ini. Target tersebut disesuaikan dengan masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat selama 14 hari, hingga Jumat (6/2/2026).

Setelah melakukan evaluasi bersama seluruh unsur SAR, operasi pencarian diputuskan tetap dilanjutkan dengan pengerahan kekuatan maksimal. Evaluasi harian terus dilakukan untuk menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi lapangan yang dinamis.

Material longsoran di wilayah Cisarua diketahui tidak hanya berupa tanah dan pasir, tetapi juga bebatuan besar. Kondisi ini menyebabkan dampak bencana menjadi lebih berat dan memengaruhi kondisi korban yang ditemukan. Meski demikian, tim SAR menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pencarian hingga batas waktu tanggap darurat berakhir atau seluruh korban berhasil ditemukan.