Stok dan Harga Pangan Dinilai Stabil Jelang Idulfitri
Pemerintah menyebut stok dan harga bahan pangan pokok stabil jelang Ramadan dan Idulfitri, berdasarkan sidak di berbagai pasar di Jakarta, Palembang, dan Semarang.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan pasokan dan harga bahan pangan pokok masih dalam kondisi terkendali menjelang pertengahan Ramadan. Hasil pemantauan di berbagai daerah menunjukkan stok aman dan tren harga cenderung stabil, bahkan mulai menurun pada beberapa komoditas utama.
Kesimpulan tersebut didasarkan pada rangkaian inspeksi mendadak yang dilakukan pemerintah di sejumlah pasar dalam sepekan terakhir. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga tetap sesuai ketentuan hingga periode Idulfitri.
Baca Juga: Zulkifli Hasan Tegaskan Tak Ada Impor Beras dan Ayam
Hasil Sidak di Sejumlah Kota
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa kondisi harga pangan pokok secara umum masih berada dalam rentang yang wajar. Meski terdapat variasi harga di lapangan, kecenderungannya menunjukkan stabilitas dengan beberapa komoditas mengalami penurunan.
Dalam sidak yang dilakukan di Pasar Senen, Jakarta, sebagian besar komoditas strategis tercatat berada dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen. Harga daging sapi segar berkisar antara Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, sementara daging ayam berada di sekitar Rp40.000 per kilogram. Untuk cabai rawit merah, tercatat penurunan dari Rp110.000 menjadi Rp100.000 per kilogram. Adapun harga telur ayam berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.500 per kilogram.
Pemantauan serupa juga dilakukan di Pasar Palimo, Palembang, Sumatra Selatan. Di lokasi tersebut, sejumlah komoditas utama juga terpantau sesuai dengan harga acuan pemerintah. Daging ayam dijual sekitar Rp39.000 per kilogram, daging sapi segar Rp140.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.700 per kemasan, dan bawang merah sekitar Rp40.000 per kilogram.
Selain Jakarta dan Palembang, kondisi stabil juga dilaporkan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Perum Bulog melakukan sidak di Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan, dengan hasil yang menunjukkan harga beras masih terkendali dan sesuai HET. Harga beras premium tercatat sekitar Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras medium dan beras SPHP masing-masing berada di kisaran Rp13.500 dan Rp12.500 per kilogram.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Ruas Panawangan Ciamis Kini Lebih Layak
Tak hanya beras, sejumlah komoditas protein hewani di Semarang juga menunjukkan tren penurunan. Harga daging sapi turun menjadi Rp130.000 per kilogram dari sebelumnya Rp140.000, sementara daging ayam berada di kisaran Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000. Harga cabai merah juga terpantau di kisaran Rp32.000 per kilogram.
Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas
Meski kondisi harga relatif stabil, pemerintah tetap menyiapkan langkah intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyaluran bantuan pangan sebagai bagian dari stimulus ekonomi triwulan I.
Program bantuan tersebut mencakup distribusi beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter bagi keluarga berpenghasilan rendah. Pemerintah menargetkan bantuan ini menjangkau sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat dan mulai disalurkan pada bulan Maret.
Perum Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kestabilan harga pangan melalui pemantauan pasar dan pengelolaan stok. Pengalaman menjaga harga pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya menjadi acuan dalam menghadapi momentum Ramadan dan Idulfitri.
Dengan stok yang dinilai aman dan harga yang terkendali di berbagai daerah, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar. Pemantauan pasar akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga hingga hari raya.
Berita Rekomendasi: Rudal Iran Hantam USS Abraham Lincoln, Ketegangan
Secara keseluruhan, hasil sidak di sejumlah kota menunjukkan kondisi pangan nasional masih dalam situasi terkendali. Pemerintah pun membuka peluang penyesuaian kebijakan jika terjadi perubahan signifikan pada pasokan atau harga di lapangan.
0 Komentar