Warga di wilayah barat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merasakan getaran gempa bumi pada Jumat pagi, 30 Januari 2026. Guncangan dirasakan singkat namun cukup mengejutkan, terutama oleh warga yang sedang berada di dalam rumah saat kejadian.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.13 WIB, ketika sebagian warga masih beraktivitas ringan atau bersiap memulai hari. Meski tidak berlangsung lama, getaran sempat menimbulkan kepanikan ringan di sejumlah permukiman.

Gempa Dangkal Terjadi di Sekitar Barat Sumedang

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 2,7. Episenter gempa berada di koordinat 6,87 Lintang Selatan dan 107,75 Bujur Timur.

Baca Juga: Operasi SAR Hari Keenam Longsor Cisarua, Dua Korban Ditemukan

Lokasi pusat gempa tercatat berada sekitar 18 kilometer di barat Kabupaten Sumedang, dengan kedalaman hanya 5 kilometer. Kedalaman yang tergolong dangkal ini membuat getaran lebih mudah dirasakan di permukaan, meskipun magnitudonya relatif kecil.

BMKG mencatat, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan kerusakan besar. Namun, guncangannya cukup terasa oleh warga yang berada dekat dengan pusat getaran, terutama di beberapa kecamatan di wilayah barat Sumedang.

Warga Kaget, Getaran Disertai Suara Gemuruh

Dikutip dari Tribun Jabar, Salah satu warga Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Lelly Risma, mengaku terkejut saat gempa terjadi. Ia merasakan rumahnya bergerak secara tiba-tiba ketika dirinya sedang berada di dalam kamar.

Menurut Lelly, getaran hanya berlangsung beberapa detik, namun terasa cukup kuat. Selain guncangan, ia juga mendengar suara gemuruh yang muncul bersamaan dengan getaran tersebut.

Baca Juga: Kayu Banjir Guci Jadi Sumber Penghasilan Warga

Ia menjelaskan, kaca lemari di dalam rumahnya terlihat bergetar kencang dan barang-barang di dalamnya ikut bergoyang. Meski demikian, tidak ada barang yang jatuh atau mengalami kerusakan.

Getaran yang dirasakan cukup intens membuat Lelly sempat merasa pusing setelah kejadian. Hingga beberapa waktu kemudian, rasa tidak nyaman di kepala masih ia rasakan, meskipun kondisi rumah tetap aman.

Hal serupa dirasakan Rahman, warga Kecamatan Sukasari. Saat gempa terjadi, ia sedang berada di teras rumah sambil menggunakan ponsel. Menurutnya, getaran berlangsung sekitar lima detik dan cukup terasa meski tidak sampai membuatnya kehilangan keseimbangan.

Rahman menyebutkan, guncangan yang terjadi terasa jelas meskipun singkat. Ia langsung menyadari adanya gempa karena getaran yang berbeda dari getaran biasa akibat kendaraan atau aktivitas lain di sekitar rumah.

Tidak Ada Laporan Kerusakan

Hingga Jumat pagi, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Warga hanya melaporkan adanya getaran singkat yang menimbulkan rasa kaget dan waspada.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu mengikuti informasi resmi terkait aktivitas kegempaan.

Peristiwa gempa kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa wilayah Jawa Barat termasuk daerah rawan gempa. Kesiapsiagaan dan pemahaman dasar mengenai langkah-langkah saat gempa tetap penting, meskipun guncangan yang terjadi tergolong ringan.

Berita Rekomendasi: Bali Perketat Kewaspadaan Virus Nipah Lewat Pengawasan Ternak

BMKG akan terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut dan menyampaikan pembaruan apabila terjadi perkembangan lanjutan.