Jelang Lebaran, Ruas Panawangan Ciamis Kini Lebih Layak Dilalui
Perbaikan jalur nasional Panawangan Ciamis jelang mudik Lebaran 2026 rampung ditambal, namun penerangan jalan umum masih minim di beberapa titik.
Pemerintah Kecamatan Panawangan memastikan perbaikan jalan berlubang di jalur nasional wilayah tersebut telah dilakukan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Ciamis ke arah Majalengka, Kuningan hingga Cirebon kini sudah ditambal dan dinilai lebih aman dilalui kendaraan.
Perbaikan ini dilakukan setelah sebelumnya sejumlah titik di jalur tersebut dikeluhkan pengguna jalan karena berlubang dan berpotensi membahayakan, terutama saat volume kendaraan meningkat menjelang mudik.
Camat Panawangan, Kusdinar, mengatakan pihaknya telah melihat langsung proses penambalan yang dilakukan oleh instansi terkait. Ia berharap seluruh perbaikan bisa rampung sebelum puncak arus mudik tiba.
Baca Juga: Kapan Lebaran 2026? Sidang Isbat Akan Digelar 19
Perbaikan Jalur Nasional Panawangan
Pantauan di lapangan menunjukkan bekas tambalan aspal tersebar di beberapa titik sepanjang jalur nasional Panawangan. Permukaan jalan yang sebelumnya rusak kini relatif lebih rata, sehingga pengendara roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan lebih nyaman.
Jalur ini memiliki peran penting sebagai akses alternatif bagi pemudik dari wilayah Ciamis dan sekitarnya yang hendak menuju kawasan utara Jawa Barat. Selain menjadi penghubung antarwilayah, ruas tersebut kerap dipilih untuk menghindari kepadatan di jalur utama lainnya.
Kusdinar menyebutkan, kendaraan dari dinas pekerjaan umum telah turun melakukan penanganan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Upaya tersebut dilakukan agar risiko kecelakaan akibat jalan berlubang dapat ditekan saat arus kendaraan meningkat.
Meski sebagian besar lubang telah ditutup, pengawasan terhadap kondisi jalan tetap diperlukan, terutama jika terjadi hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan aspal.
Minim Penerangan Jadi Catatan
Di sisi lain, persoalan penerangan jalan umum (PJU) masih menjadi perhatian. Beberapa titik di luar area permukiman terpantau belum memiliki pencahayaan memadai. Kondisi ini membuat ruas jalan tertentu terasa gelap saat malam hari.
Baca Juga: TPG Guru Madrasah Jan-Feb 2026 Belum Cair
Seorang warga setempat, Ines (29), mengaku masih merasa khawatir ketika harus melintasi jalur tersebut sepulang kerja pada malam hari. Ia mengatakan biasanya memilih berkendara bersama rekan lain untuk mengurangi rasa takut di titik-titik yang minim lampu penerangan.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut, mengingat arus kendaraan diperkirakan meningkat tidak hanya saat mudik, tetapi juga ketika arus balik Lebaran.
Selain kondisi infrastruktur, pihak kecamatan juga menginformasikan ketersediaan sejumlah titik singgah di sepanjang jalur Panawangan. Area pertokoan, warung makan, hingga masjid jami dengan halaman cukup luas dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Pengguna jalan diimbau memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat. Kelengkapan seperti lampu utama dan lampu sein harus berfungsi baik, terutama saat melintas di jalur yang minim penerangan. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas serta peningkatan kewaspadaan juga menjadi hal penting demi menjaga keselamatan bersama.
Secara umum, perbaikan jalan di jalur nasional Panawangan memberikan peningkatan kenyamanan bagi pengguna jalan menjelang mudik Lebaran 2026. Namun, kebutuhan penerangan jalan umum masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditindaklanjuti agar keamanan berkendara, khususnya pada malam hari, dapat lebih terjamin.
Berita Rekomendasi: KPK Dalami Dugaan Korupsi Cukai, Produsen Rokok Segera
Pemerintah setempat berharap kondisi infrastruktur yang semakin baik dapat mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik tahun ini. Evaluasi lanjutan kemungkinan dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.
0 Komentar