Kunjungan Menko Pangan Soroti Peran Kampung Bandeng Gresik
Kunjungan Menko Pangan ke Kampung Bandeng Gresik menyoroti peran budidaya perikanan dalam ekonomi pesisir dan ketahanan pangan nasional.
Upaya memperkuat sektor perikanan budidaya kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengunjungi Kampung Bandeng di Desa Nelayan Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, pada Selasa (27/1/2026). Kunjungan ini diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memastikan peran perikanan dalam ketahanan pangan nasional.
Dalam agenda tersebut, Menko Pangan terlibat langsung dalam kegiatan panen ikan bandeng bersama para petambak. Ia juga berdialog dengan sekitar 200 pembudidaya yang hadir, mendengarkan pengalaman sekaligus tantangan yang dihadapi pelaku usaha tambak di wilayah tersebut. Interaksi ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan pusat dengan kondisi nyata di lapangan.
Kabupaten Gresik dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan bandeng terbesar di Indonesia. Pada 2024, produksi bandeng di wilayah ini tercatat mencapai 90.416 ton. Angka tersebut setara dengan sekitar 55 persen total produksi Jawa Timur dan berkontribusi kurang lebih 11 persen terhadap produksi nasional, menempatkan Gresik sebagai sentra strategis komoditas bandeng.
Kampung Bandeng sebagai Basis Budidaya Perikanan
Desa Pangkahwetan telah ditetapkan sebagai Kampung Bandeng melalui regulasi Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2022. Penetapan ini memperkuat posisi desa tersebut sebagai kawasan unggulan budidaya perikanan. Luas tambak di desa ini mencapai sekitar 378 hektare, dengan jumlah pembudidaya sebanyak 613 orang.
Baca Juga: Menko Pangan Zulhas Jadikan KDMP Penopang MBG
Aktivitas budidaya perikanan di Pangkahwetan juga melibatkan tenaga kerja harian lepas hingga 2.456 orang. Sebagian besar usaha tambak masih dijalankan secara tradisional dan bersifat polikultur. Selain bandeng sebagai komoditas utama, pembudidaya juga mengembangkan udang vaname, udang windu, ikan nila, serta ikan tawes.
Bandeng sendiri telah lama menjadi bagian dari identitas Kabupaten Gresik. Komoditas ini dibudidayakan secara turun-temurun selama ratusan tahun dan menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir. Keberadaan Kampung Bandeng diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi tersebut sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan daerah.
Dorongan Ekonomi Pesisir dan Ketahanan Pangan
Selain meninjau tambak, Menko Pangan juga mengunjungi bazar UMKM yang menampilkan beragam produk olahan hasil perikanan dan usaha rumahan warga. Produk yang dipamerkan antara lain bandeng beku serta berbagai olahan berbasis ikan bandeng. Kegiatan ini menunjukkan keterkaitan langsung antara sektor budidaya perikanan dengan pengembangan usaha kecil di wilayah pesisir.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan menyampaikan apresiasi terhadap potensi Kampung Bandeng yang disebut memiliki peluang pengembangan hingga ribuan hektare. Menurutnya, kawasan ini menjadi contoh penting bagaimana potensi lokal dapat diperkuat melalui kebijakan yang sejalan antara pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga: Menko Pangan Zulhas Serahkan Sembako Gratis untuk Ojol
Ia menegaskan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, pemerintah berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di wilayah pesisir, termasuk di Kabupaten Gresik, agar produktivitas tambak dapat terus meningkat.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan 20 ribu hektare tambak ikan pada 2026. Program ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan proyeksi pemenuhan hingga 82,9 juta porsi bagi penerima manfaat pada tahun yang sama.
Kunjungan ke Kampung Bandeng Gresik ini menegaskan peran strategis perikanan budidaya dalam menopang ekonomi pesisir dan ketahanan pangan. Dengan potensi yang dimiliki, sektor ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat, seiring dengan dukungan kebijakan dan infrastruktur dari pemerintah.
0 Komentar