Longsor berulang di Desa Cipanas Cirebon, nyaris memutus akses warga
Longsor berulang di Desa Cipanas, Cirebon, nyaris memutus akses warga. BPBD mengingatkan potensi longsor susulan akibat cuaca yang belum stabil.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon melaporkan terjadinya tanah longsor berulang yang mengganggu akses warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Selasa malam, 27 Januari 2026. Dalam satu malam, longsor tercatat terjadi hingga tiga kali dan sempat membuat jalur warga nyaris terputus.
Peristiwa ini berlangsung setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama. Air hujan yang terus turun menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan memicu pergerakan material dari perbukitan di sekitar desa.
Longsor terjadi di jalur yang selama ini digunakan warga untuk menuju kawasan hutan. Material berupa tanah dan batu menutup sebagian badan jalan, sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, akses yang terdampak menjadi perhatian karena merupakan jalur penting bagi warga setempat.
Longsor Terjadi Tiga Kali di Lokasi yang Sama
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, menjelaskan bahwa kejadian longsor di Desa Cipanas tidak hanya berlangsung sekali. Longsor pertama dilaporkan sekitar pukul 19.30 WIB, kemudian disusul dua kejadian berikutnya di titik yang sama pada malam hari.
Baca Juga: Dugaan Alih Fungsi Hutan Picu Longsor di Cisarua
Menurut hasil pemantauan awal, lokasi longsor berada sekitar 200 hingga 250 meter dari permukiman penduduk. Titik kejadian berada di area perbukitan dengan ketinggian antara 70 hingga 100 meter. Kondisi ini membuat jalur tersebut rentan terdampak ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Ikin menegaskan bahwa tidak ditemukan aktivitas manusia di bagian atas lokasi longsor yang dapat memicu pergerakan tanah. Di kawasan tersebut tidak terdapat kegiatan penambangan maupun perkebunan. Dengan demikian, faktor utama penyebab longsor dipastikan berasal dari curah hujan yang tinggi serta kondisi tanah yang jenuh air.
BPBD Ingatkan Potensi Longsor Susulan
Berdasarkan asesmen sementara BPBD Kabupaten Cirebon, potensi terjadinya longsor susulan di Desa Cipanas masih tergolong tinggi. Cuaca yang belum stabil membuat kondisi tanah belum sepenuhnya aman, terutama jika hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.
BPBD mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan turun. Masyarakat diminta menghindari area sekitar lokasi longsor dan tidak melintas jika kondisi dirasa membahayakan. Jalur yang tertutup material longsoran juga dinilai berisiko karena terdapat batu-batu berukuran besar.
Berita Rekomendasi: Zulkifli Hasan Tinjau Fasilitas PGN Saka di Gresik
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen lanjutan sekaligus menyampaikan imbauan langsung kepada perangkat desa dan warga. Pemerintah desa juga diminta segera memasang tanda peringatan di sekitar titik longsor agar masyarakat dapat lebih waspada.
BPBD menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jika cuaca memburuk atau hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, masyarakat diminta segera melapor dan mengikuti arahan dari aparat setempat demi keselamatan bersama.
0 Komentar