Longsor Cisarua: 38 Korban Longsor Dievakuasi, Pencarian Berlanjut
Sebanyak 38 korban longsor Cisarua berhasil dievakuasi. Operasi SAR berlanjut dengan 12 alat berat, sementara proses identifikasi korban masih dilakukan.
Sebanyak 38 jenazah korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah berhasil dievakuasi hingga Senin (26/1) petang. Seluruh jenazah tersebut kini berada dalam penanganan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Proses evakuasi terus dilakukan sejak operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dimulai. Pada hari terakhir pelaporan, tim gabungan menemukan sembilan jenazah tambahan hingga pukul 18.30 WIB. Dengan temuan tersebut, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 38 orang sejak hari pertama operasi.
Operasi SAR Diperkuat Alat Berat
Tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian korban pada hari berikutnya dengan kekuatan penuh. Sebanyak 12 unit alat berat akan dikerahkan dan disebar di sejumlah titik yang terdampak longsor untuk mempercepat proses evakuasi.
Baca Juga: DVI Terima 25 Kantong Jenazah Longsor Cisarua
Penambahan alat berat dilakukan setelah adanya dukungan dari berbagai pihak, sehingga kapasitas pencarian dapat ditingkatkan. Kondisi ini diharapkan membantu tim menjangkau area-area yang sebelumnya sulit diakses akibat timbunan material longsor.
Meski demikian, cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jalannya operasi. Pada pagi hari, hujan dan kondisi cuaca kurang bersahabat sempat menghambat proses pencarian. Namun, situasi membaik pada siang hingga sore hari, sehingga tim dapat memaksimalkan upaya evakuasi di lapangan.
Operasi SAR dijadwalkan berlangsung hingga 14 hari ke depan sesuai dengan penetapan status tanggap darurat bencana. Evaluasi akan dilakukan pada hari ketujuh untuk menentukan langkah lanjutan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.
Identifikasi Korban dan Data Orang Hilang
Di sisi lain, aparat kepolisian terus melakukan proses identifikasi terhadap korban yang telah dievakuasi. Hingga saat ini, sebanyak 20 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI dan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing. Proses identifikasi terhadap jenazah lainnya masih berlangsung.
Terkait data orang hilang, jumlah pelapor yang mendatangi pos DVI mencapai 108 orang. Namun, angka tersebut bukan merupakan jumlah pasti korban hilang. Data tersebut bersifat dinamis karena satu korban dapat dilaporkan oleh lebih dari satu anggota keluarga atau kerabat.
Baca Juga: Banjir Bandang Gunung Slamet Terjang Empat Kabupaten
Petugas tetap menerima laporan masyarakat meski tidak seluruh pelapor membawa identitas lengkap. Oleh karena itu, jumlah pelapor tidak dapat dijadikan acuan langsung untuk menentukan total korban yang belum ditemukan.
Korban dari Unsur Marinir dan Upaya Pencarian
Bencana longsor ini juga berdampak pada personel TNI Angkatan Laut. Sebanyak 23 anggota Marinir dilaporkan tertimbun longsor saat berada di lokasi. Hingga saat ini, empat personel ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara lainnya masih dalam pencarian.
Para prajurit tersebut diketahui sedang melaksanakan latihan sebagai bagian dari persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan. Saat kejadian, kawasan tersebut diguyur hujan selama dua hari berturut-turut, yang diduga memperburuk kondisi tanah di lokasi latihan dan permukiman warga.
Untuk mempercepat pencarian prajurit yang belum ditemukan, unsur TNI AL turut mengerahkan alat berat serta drone. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan pencarian korban dari kalangan warga sipil.
Rekomendasi Berita: Rocky Gerung Jadi Saksi di Kasus Tuduhan Ijazah
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana yang berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Hingga kini, proses pencarian korban hilang dan penanganan dampak bencana di wilayah Cisarua masih terus berlangsung.
0 Komentar