Menko Pangan Zulhas Serahkan Sembako Gratis untuk Ojol Jelang Puasa
Menko Pangan Zulhas menyerahkan sembako gratis untuk pengemudi ojol jelang puasa sebagai upaya menahan harga dan menjaga daya beli.
Pemerintah menyalurkan bantuan sembako gratis kepada ratusan pengemudi ojek daring di Surabaya menjelang bulan puasa. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu kelompok pekerja informal menghadapi meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Penyerahan sembako berlangsung di Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur, Selasa, dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan perhatian pemerintah terhadap kondisi harga pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran agar tidak mengalami kenaikan.
Langkah Menahan Harga Menjelang Ramadhan
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia menekankan pentingnya menjaga harga bahan pokok tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah menginginkan harga-harga kebutuhan pokok tidak naik, bahkan diupayakan bisa ditekan.
Baca Juga: Zulkifli Hasan Tinjau SPPG Purbalingga untuk MBG
Ia menyinggung pengalaman sebelumnya saat periode Natal dan Tahun Baru, di mana pemerintah berhasil menurunkan harga sejumlah komoditas. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi acuan dalam menghadapi Ramadhan dan Lebaran yang waktunya semakin dekat.
Untuk mencegah kenaikan harga, pemerintah memastikan ketersediaan stok tetap cukup. Selain pengamanan pasokan, pemerintah juga menjalankan berbagai intervensi, salah satunya melalui kegiatan pasar murah di sejumlah daerah.
Sembako Gratis untuk Pengemudi Ojek Daring
Dalam kegiatan pasar murah, masyarakat umumnya mendapatkan potongan harga hingga 10 persen untuk kebutuhan pokok. Namun, khusus bagi pengemudi ojek daring, bantuan diberikan secara gratis.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa paket sembako gratis tersebut terselenggara berkat dukungan sponsor. Bantuan yang diterima para pengemudi ojol meliputi beras, minyak goreng, gula, dan tepung terigu.
Program ini ditujukan untuk membantu pengemudi ojek daring dalam memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, terutama menjelang puasa ketika pengeluaran rumah tangga cenderung meningkat. Pemerintah menilai kelompok pekerja sektor informal perlu mendapatkan perhatian agar daya belinya tetap terjaga.
Baca Juga: Menko Pangan Zulhas Dorong Optimalisasi TPST RDF
Pasokan Bulog Jatim Dipastikan Aman
Dari sisi ketersediaan pangan, Perum Bulog Wilayah Jawa Timur memastikan kondisi pasokan berada dalam situasi aman. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, menyampaikan bahwa total pasokan yang dikelola Bulog Jawa Timur mencapai sekitar 796 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 14 bulan ke depan.
Bulog Jawa Timur juga telah mulai menyerap hasil panen petani sejak pertengahan Januari. Hingga saat ini, penyerapan beras telah mencapai sekitar 17 ribu ton setara beras. Selain beras, penyerapan jagung juga mulai dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan di wilayah tersebut.
Bulog terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk memantau perkembangan harga di pasar. Berdasarkan pemantauan, harga bahan pokok di Jawa Timur masih terjaga dan berada di bawah harga eceran tertinggi. Untuk minyak goreng, distribusi dilakukan sesuai ketentuan terbaru dengan kuota tertentu secara nasional.
Respons Pengemudi Ojol
Salah satu pengemudi ojek daring, Budi, mengaku terbantu dengan adanya pembagian sembako gratis tersebut. Ia mengatakan bantuan yang diterimanya dapat mencukupi kebutuhan dapur keluarganya selama sekitar satu pekan.
Rekomendasi Berita: MBA MBA7.com Diduga Penipuan Janji Tak Masuk Akal
Program pembagian sembako ini menjadi bagian dari rangkaian langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran. Pemerintah menyatakan akan terus memantau kondisi pasar dan melakukan langkah lanjutan jika diperlukan.
0 Komentar