Tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban meninggal dunia dalam operasi pencarian longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (29/1). Penemuan ini terjadi saat proses evakuasi memasuki hari keenam sejak bencana longsor terjadi di wilayah tersebut.

Dua jenazah dievakuasi dari sektor pencarian A1 pada siang hingga sore hari. Dengan tambahan temuan ini, jumlah korban longsor yang berhasil dievakuasi hingga Kamis sore mencapai 55 orang. Sementara itu, berdasarkan perhitungan sementara tim di lapangan, masih ada sekitar 25 korban yang diduga tertimbun material longsor dan belum ditemukan.

Operasi pencarian pada hari keenam berlangsung dengan sejumlah penyesuaian. Sejak pagi, kawasan longsor diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini memengaruhi jarak pandang dan meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan, sehingga proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara terus-menerus sepanjang hari.

Baca Juga: Longsor Pasirlangu, Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Alih Fungsi

Proses Evakuasi dan Data Korban

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa dua jenazah yang ditemukan dievakuasi dalam rentang waktu yang berbeda pada Kamis siang. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dari total 55 jenazah yang telah dievakuasi, sebanyak 42 di antaranya telah masuk ke proses identifikasi. Hasil sementara menunjukkan 41 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara satu jenazah lainnya masih menunggu kepastian identitas. Proses identifikasi dilakukan secara bertahap sesuai prosedur, dengan melibatkan data medis dan ciri-ciri korban.

Selain temuan di sektor A1, tim SAR gabungan juga menemukan satu kerangka jenazah di sektor B1 pada Kamis siang. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan awal, kerangka tersebut dipastikan bukan bagian dari korban longsor yang sedang dalam pencarian. Meski demikian, jenazah tetap dievakuasi agar dapat dimakamkan secara layak.

Operasi Dilakukan dengan Pola Selektif

Ade Dian menyampaikan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam operasi SAR di lokasi longsor Cisarua. Berdasarkan hasil penilaian tim keselamatan di lapangan, pencarian korban dilakukan secara selektif dengan menerapkan pola “on off”. Artinya, kegiatan evakuasi hanya dilanjutkan pada waktu-waktu tertentu yang dinilai aman dari potensi bahaya.

Cuaca yang tidak menentu serta kondisi lereng yang masih labil menjadi faktor utama pembatasan operasi. Tim SAR terus memantau perkembangan situasi, termasuk intensitas hujan dan stabilitas tanah, sebelum memutuskan untuk kembali menurunkan personel ke area pencarian.

Baca Juga: Kayu Banjir Guci Jadi Sumber Penghasilan Warga

Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan terhadap petugas di lapangan. Dengan kondisi medan yang berat dan material longsor yang masih berpotensi bergerak, setiap langkah pencarian harus melalui pertimbangan teknis dan keselamatan yang ketat.

Evaluasi Menuju Operasi Hari Ketujuh

Operasi SAR dipastikan akan terus berlanjut secara bertahap dan terukur. Tim gabungan akan menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan hasil evaluasi harian, termasuk masukan dari tim keselamatan dan pemantauan cuaca. Evaluasi lanjutan dijadwalkan dilakukan menjelang dimulainya operasi hari ketujuh.

Berita Rekomendasi: Pemeriksaan Kedua Gus Alex di KPK, Tetap Bungkam

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah pencarian selanjutnya, termasuk pembagian sektor dan jumlah personel yang dapat diterjunkan. Hingga saat ini, upaya pencarian masih difokuskan pada area-area yang diduga menjadi titik tertimbunnya korban, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh tim yang terlibat.