PLN UID S2JB menyalurkan bantuan sumur bor bagi warga Desa Tanjung Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh, sebagai respons atas rusaknya akses air bersih setelah banjir bandang 2025. Fasilitas tersebut rampung pada 6 Februari 2026 dan kini dimanfaatkan oleh sekitar 80 keluarga untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian. Bantuan ini difokuskan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh sebelumnya menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur, termasuk sumber air bersih yang selama ini menjadi tumpuan warga. Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk minum, mandi, mencuci, dan kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini berlangsung hingga akhirnya bantuan sarana air bersih mulai direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Baca Juga: Relawan PLN dari Jatim Pulihkan Listrik Pasca-Bencana di Aceh

Sumur Bor PLN UID S2JB untuk Akses Air Bersih Pascabanjir

Pembangunan sumur bor di Desa Tanjung Ara menjadi solusi langsung atas krisis air bersih yang dialami warga sejak banjir terjadi. Sumur Bor #1 yang telah selesai dibangun kini digunakan oleh sekitar 80 keluarga sebagai sumber air utama dalam aktivitas sehari-hari. Air dari sumur tersebut dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi, kebersihan rumah tangga, hingga kebutuhan ibadah seperti berwudhu.

Bantuan ini merupakan hasil donasi karyawan PLN UID S2JB yang dihimpun sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Aceh. Inisiatif tersebut menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih yang sempat terputus akibat kerusakan lingkungan dan fasilitas pendukung pascabanjir.

Tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur, kehadiran sumur bor juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan warga. Akses air bersih yang stabil dinilai penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul setelah bencana, terutama di lingkungan yang sebelumnya terdampak banjir.

Baca Juga: PLN Amankan Jalur Listrik Aceh Usai Muncul Sinkhole di Aceh

Dampak Langsung bagi Warga dan Proses Pemulihan

Setelah sumur bor mulai digunakan, warga Desa Tanjung Ara perlahan dapat kembali menjalankan aktivitas harian dengan lebih normal. Ketersediaan air bersih membantu mengurangi ketergantungan pada sumber air alternatif yang sebelumnya terbatas dan tidak selalu memadai. Hal ini juga berdampak pada kebersihan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Selain memenuhi kebutuhan domestik, fasilitas air bersih tersebut turut mendukung kegiatan keagamaan warga yang sebelumnya terkendala akibat minimnya pasokan air. Dengan tersedianya sumber air yang layak, masyarakat dapat kembali menjalankan rutinitas ibadah tanpa hambatan berarti.

Bantuan sumur bor ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam penanganan dampak bencana. Donasi yang berasal dari karyawan PLN UID S2JB menjadi wujud kepedulian bersama untuk membantu masyarakat bangkit dari kondisi sulit pascabencana. Langkah ini tidak hanya menghadirkan solusi praktis, tetapi juga memberikan rasa aman dan harapan baru bagi warga terdampak.

Berita Rekomendasi: Prabowo dan Haji Isam Dapat Apresiasi di Kairo atas Pembinaan

Secara keseluruhan, pembangunan sumur bor di Desa Tanjung Ara menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabanjir bandang di Aceh. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sumber air bersih yang berkelanjutan serta mendukung keberlangsungan hidup warga dalam jangka panjang. Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar, seperti air bersih, menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak bencana.