PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyatakan kesiapan sistem kelistrikan di wilayah Jakarta untuk mendukung aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan media briefing yang digelar di Kantor PLN UID Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin menegaskan bahwa kondisi pasokan listrik di ibu kota saat ini berada pada tingkat yang aman dengan cadangan daya yang memadai. Dengan dukungan infrastruktur dan personel yang disiagakan, PLN berupaya menjaga stabilitas pasokan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idulfitri tanpa gangguan kelistrikan.

Menurutnya, kesiapan sistem tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif PLN untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama periode keagamaan berlangsung dengan lancar.

Baca Juga: Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi 18

Cadangan Daya Listrik Jakarta Capai Hampir 50 Persen

Sistem kelistrikan Jakarta saat ini memiliki kemampuan pasokan listrik sebesar 10,97 gigawatt (GW). Sementara itu, perkiraan kebutuhan listrik pada masa Ramadan hingga Lebaran diproyeksikan mencapai beban puncak sekitar 5,45 GW.

Dengan kondisi tersebut, tersedia cadangan daya sekitar 5,43 GW. Jumlah ini hampir setara dengan setengah dari total kebutuhan listrik Jakarta selama periode tersebut.

Cadangan daya yang cukup besar dinilai memberikan ruang keamanan bagi sistem kelistrikan, sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan. Hal ini penting mengingat aktivitas masyarakat biasanya meningkat selama Ramadan, terutama pada waktu berbuka puasa hingga malam hari.

PLN menilai kesiapan kapasitas listrik ini menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran berbagai kegiatan masyarakat, termasuk ibadah di tempat-tempat keagamaan serta aktivitas ekonomi yang tetap berjalan selama bulan suci.

Baca Juga: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Hadir Selama Ramadan

Ribuan Personel dan Posko Siaga Disiapkan

Untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri, PLN UID Jakarta Raya menyiagakan sebanyak 2.148 personel. Masa siaga tersebut berlangsung mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026.

Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik penting guna memastikan sistem kelistrikan tetap beroperasi secara optimal. Selain itu, PLN juga membangun 17 posko siaga yang berfungsi sebagai pusat koordinasi jika terjadi gangguan listrik.

Berbagai peralatan pendukung operasional juga telah dipersiapkan untuk mempercepat penanganan apabila muncul kendala di lapangan. Peralatan tersebut meliputi 61 gardu bergerak, 58 unit UPS, tiga generator set, enam truk crane, 86 mobil operasional, serta 236 unit motor operasional.

Dengan dukungan personel dan peralatan tersebut, PLN menargetkan proses penanganan gangguan listrik dapat dilakukan secara cepat sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Fokus pengamanan pasokan listrik juga diarahkan pada sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat kegiatan selama Ramadan dan Idulfitri. Terdapat 519 masjid yang menjadi prioritas pengamanan, selain enam zona transportasi, tujuh kawasan pemerintahan, serta berbagai pusat keramaian di Jakarta.

Di sisi lain, PLN juga memastikan ketersediaan fasilitas pendukung bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan selama masa Lebaran.

Saat ini terdapat 673 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 375 lokasi di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya. Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna kendaraan listrik dapat memanfaatkan fitur Road Trip Planner untuk merencanakan perjalanan sekaligus menemukan titik pengisian daya terdekat.

PLN berharap kesiapan sistem kelistrikan ini dapat mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sepanjang Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Berita Rekomendasi: PLN UID S2JB Bangun Sumur Bor, Pulihkan Air Bersih Warga

Dengan cadangan daya yang cukup besar, dukungan ribuan personel siaga, serta fasilitas operasional yang telah disiapkan, PLN memastikan pasokan listrik Jakarta tetap stabil selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan agar seluruh kegiatan ibadah dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.