Zulkifli Hasan Dorong Evaluasi MBG Berbasis Data Akurat
Pemerintah menyiapkan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis berbasis data akurat. Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan pengukuran dampak jangka panjang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menempatkan akurasi data penerima manfaat sebagai fondasi utama pengukuran hasil. Evaluasi tersebut direncanakan setelah program berjalan selama satu tahun guna melihat dampak nyata yang dihasilkan.
Penegasan itu disampaikan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi terbatas yang membahas penguatan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang tata kelola MBG. Menurutnya, tanpa data yang tepat dan seragam, pemerintah akan kesulitan menilai apakah tujuan program benar-benar tercapai.
Program MBG sendiri dirancang sebagai intervensi gizi jangka panjang bagi masyarakat, khususnya kelompok sasaran yang membutuhkan dukungan nutrisi. Seiring dengan cakupan penerima yang terus bertambah, kebutuhan akan sistem evaluasi yang terukur dinilai semakin mendesak agar pelaksanaan program tidak hanya luas, tetapi juga efektif.
Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Sebut Penerima MBG Tembus 60 Juta
Evaluasi MBG Fokus pada Perubahan Penerima
Zulkifli Hasan menjelaskan, evaluasi MBG akan dilakukan dengan membandingkan kondisi penerima manfaat sebelum dan sesudah mendapatkan layanan makan bergizi. Perbandingan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran konkret mengenai perubahan yang terjadi selama periode pelaksanaan program.
Aspek yang menjadi perhatian utama dalam penilaian meliputi pertumbuhan fisik penerima manfaat. Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan evaluasi mencakup perkembangan fungsi otak serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam jangka menengah hingga panjang.
Menurut Zulkifli Hasan, pengukuran tidak berhenti pada satu tahun pelaksanaan. Pemerintah ingin melihat dampak program secara bertahap dalam kurun waktu yang lebih panjang, termasuk dua hingga tiga tahun ke depan. Dengan pendekatan tersebut, MBG diharapkan dapat dinilai secara objektif sebagai investasi pembangunan manusia.
Baca Juga: Kemlu RI Pastikan WNI Aman dari Virus Nipah
Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah akan melakukan penyesuaian dan pencocokan data lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini dianggap krusial agar basis data penerima manfaat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar evaluasi.
Pelibatan Lintas Lembaga dan Pengukur Independen
Pencocokan data penerima MBG akan melibatkan pejabat eselon I dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Di antaranya Kementerian Agama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sinergi tersebut diharapkan mampu meminimalkan tumpang tindih data dan memastikan ketepatan sasaran program.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pengukuran hasil MBG akan menjadi bagian dari keluaran program. Namun, ia menekankan pentingnya pelaksana pengukuran berasal dari lembaga yang independen agar hasil penilaian bersifat objektif.
Dadan mencontohkan praktik program makan bergizi di Jepang yang menunjukkan perubahan indikator fisik masyarakat dalam jangka panjang. Menurutnya, dampak tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi juga oleh kualitas gizi yang diberikan secara konsisten.
Ia menilai Indonesia dapat mengadopsi pola evaluasi serupa sehingga dampak MBG dapat diamati secara lebih luas dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, hasil program diharapkan tidak hanya terlihat dalam waktu singkat, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan kualitas manusia.
Berita Rekomendasi: PSI Tahan Identitas Mr J, Menunggu Struktur Partai Siap
Berdasarkan paparan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga kini terdapat 22.091 satuan pelayanan pemenuhan gizi yang beroperasi. Jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis juga telah melampaui angka 60 juta orang.
Ke depan, pemerintah menegaskan penguatan akurasi data penerima dan evaluasi hasil program akan terus menjadi prioritas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan MBG berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan dampak yang dapat diukur secara jelas.
0 Komentar