Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian Menko Pangan Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah SMA di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pendistribusian MBG berjalan lancar sekaligus menilai kualitas gizi yang diterima para pelajar.

Dalam peninjauan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya komposisi menu MBG yang seimbang dan bernilai gizi tinggi. Salah satu upaya yang sedang didorong pemerintah adalah optimalisasi bahan pangan berbasis ikan sebagai sumber protein utama bagi pelajar. Menurutnya, ikan memiliki kandungan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar siswa.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Pastikan MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan

Kegiatan peninjauan dipusatkan di SMA Negeri 1 Batang. Selain melihat langsung proses distribusi makanan, Menko Pangan juga berdialog singkat dengan pihak sekolah dan perwakilan siswa. Dari hasil pantauan, pendistribusian MBG dinilai berjalan tanpa kendala berarti.

Upaya Menjamin Pasokan Protein untuk MBG

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan MBG dalam skala nasional membutuhkan dukungan pasokan pangan yang besar dan berkelanjutan. Program ini menyasar sekitar 82,9 juta penerima di seluruh Indonesia, sehingga ketersediaan bahan pangan, khususnya protein, menjadi faktor krusial.

Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan langkah strategis melalui pengembangan sektor perikanan dan peternakan. Salah satu rencana yang disampaikan adalah pembentukan sekitar 2.000 kampung nelayan serta optimalisasi lahan tambak seluas 20 ribu hektare di Pulau Jawa. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan ikan sebagai bahan utama menu MBG.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Dorong Evaluasi MBG Berbasis Data

Selain ikan, kebutuhan protein lain seperti telur juga menjadi bagian penting dalam mendukung program ini. Pasokan dari peternak dan nelayan diharapkan mampu menopang kebutuhan MBG secara merata di berbagai daerah.

Untuk memperkuat distribusi dan rantai pasok pangan, pemerintah juga sedang membangun Koperasi Desa Merah Putih di sejumlah wilayah. Jawa Tengah disebut sebagai salah satu daerah dengan progres pembangunan koperasi yang tergolong cepat dan mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.

Respons Siswa dan Sekolah terhadap Program MBG

Dialog dengan pelajar menjadi salah satu agenda dalam kunjungan tersebut. Menko Pangan mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait isu ekonomi sederhana. Salah satu siswa, Gaza Eira Prasetyo, mampu menjawab pertanyaan mengenai perbedaan harga di tingkat pedagang dan petani dengan tepat, sehingga mendapat apresiasi berupa hadiah tablet.

Terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, para siswa mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Gaza menyampaikan bahwa distribusi makanan berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Ia juga menilai MBG memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari pelajar, terutama dari sisi penghematan uang saku.

Pihak sekolah turut menyambut baik kunjungan tersebut. Kepala SMA Negeri 1 Batang, Sugeng, menyampaikan bahwa kehadiran Menko Pangan memberikan motivasi tambahan bagi siswa untuk lebih memahami pentingnya gizi seimbang. Menurutnya, siswa tidak hanya diajak menikmati makanan dari sisi rasa, tetapi juga diedukasi mengenai nilai gizi yang terkandung di dalamnya.

Setiap hari, sekolah tersebut menerima sekitar 958 porsi MBG yang dibagikan kepada siswa. Antusiasme pelajar disebut sangat tinggi, dan manfaatnya dirasakan dalam proses pembelajaran, di mana siswa terlihat lebih bersemangat mengikuti kegiatan di kelas.

Berita Rekomendasi: Iman Rachman Mundur dari Kursi Dirut BEI di Tengah Tekanan

Secara keseluruhan, peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi pemerintah dalam memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan. Ke depan, optimalisasi menu berbasis ikan dan penguatan pasokan pangan diharapkan mampu menjaga kualitas gizi pelajar sekaligus mendukung keberlanjutan program di tingkat nasional.