Lonjakan arus lalu lintas terjadi di jalur arteri dari Cibiru menuju Cileunyi, Kota Bandung, pada H-4 Lebaran. Kepadatan mulai terlihat sejak siang hari, didominasi pemudik roda dua yang bergerak keluar kota ke arah timur.

Kondisi ini terjadi pada Selasa siang, dengan antrean kendaraan mengular dari kawasan underpass Cibiru hingga menuju jalur keluar Bandung arah Sumedang, Tasikmalaya, dan Garut. Tingginya volume kendaraan serta banyaknya persimpangan di sepanjang jalur tersebut menjadi faktor utama kemacetan.

Baca Juga: Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi 18 Maret

Titik Kemacetan di Jalur Cibiru–Cileunyi

Jalur arteri ini merupakan salah satu rute utama bagi pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, yang meninggalkan Bandung menuju wilayah Jawa Barat bagian timur. Peningkatan arus kendaraan pada periode mendekati Idulfitri membuat sejumlah titik rawan macet kembali mengalami kepadatan.

Beberapa lokasi yang terpantau mengalami perlambatan antara lain pertigaan Cibiru Hilir, pertigaan Sadang Ciguruwik, serta pertigaan Permata Biru. Di kawasan tersebut, arus kendaraan sering tersendat karena adanya pertemuan arus dari berbagai arah.

Kemacetan juga cenderung lebih parah di sekitar pertigaan Permata Biru. Hal ini dipengaruhi aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang Lebaran, terutama di sekitar dua pusat perbelanjaan besar yang berada di area tersebut.

Selain itu, kepadatan juga terjadi di pertigaan Jalan SMP 1 dan pertigaan Sukahaji Tagog di wilayah Cileunyi. Banyaknya kendaraan yang keluar masuk dari jalan kecil ke jalur utama turut memperlambat arus lalu lintas.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ubah Mobil Dinas Lama Jadi Klinik Keliling

Dampak Lonjakan Pemudik dan Kondisi Terkini

Meningkatnya jumlah pemudik, khususnya kendaraan roda dua, membuat waktu tempuh di jalur ini menjadi lebih lama dibandingkan hari biasa. Pengendara harus menghadapi antrean panjang dan pergerakan kendaraan yang tersendat di sejumlah titik.

Situasi ini juga menunjukkan bahwa jalur arteri masih menjadi pilihan utama bagi sebagian pemudik, terutama yang menghindari jalan tol atau bepergian jarak menengah. Aktivitas masyarakat menjelang Lebaran di sekitar kawasan perdagangan turut memperburuk kondisi lalu lintas.

Hingga sore hari, kepadatan masih terpantau di beberapa titik tanpa tanda-tanda penurunan signifikan. Arus kendaraan terus mengalir, namun dengan kecepatan rendah akibat tingginya volume lalu lintas dan banyaknya persimpangan.

Lonjakan arus mudik di jalur Cibiru–Cileunyi menjadi gambaran meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Sejumlah titik persimpangan dan aktivitas warga di sekitar jalur utama menjadi faktor yang memperparah kemacetan.

Rekomendasi: Arsyadany Ghana Akmalaputri Cek SPKLU Jelang Mudik

Kondisi ini diperkirakan masih berpotensi berlanjut seiring mendekatnya hari raya, terutama jika volume kendaraan terus meningkat tanpa pengaturan arus yang optimal.